Produksi Ayam di Pesawaran Meningkat, Populasi Sapi Cenderung Stabil

  • 15 Mar 2026 18:50 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Produksi ternak di Kabupaten Pesawaran dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren meningkat, terutama pada sektor unggas. Sementara itu, populasi sapi potong cenderung stabil dengan pertumbuhan yang lebih lambat dibanding komoditas ternak lainnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pesawaran, Arief Budiman mengatakan peningkatan produksi paling terlihat pada ayam ras pedaging karena siklus produksinya cepat serta didukung sistem kemitraan dengan perusahaan integrator.

“Secara umum tren produksi ternak di Pesawaran cenderung meningkat, terutama pada sektor unggas. Ayam ras pedaging menunjukkan peningkatan paling signifikan karena adanya sistem kemitraan dengan perusahaan integrator,” kata Arief, Minggu 15 Maret 2026.

Berdasarkan data populasi ternak yang telah divalidasi, pada 2022 jumlah sapi potong tercatat sekitar 21.995 ekor, kambing potong 55.186 ekor, ayam ras pedaging 3.110.537 ekor, dan ayam buras 456.802 ekor. Sementara pada 2025, populasi ternak menunjukkan perubahan dengan jumlah sapi potong sekitar 21.445 ekor, kambing potong 64.961 ekor, ayam ras pedaging 3.246.934 ekor, dan ayam buras 485.333 ekor.

Menurut Arief, peningkatan populasi kambing juga terjadi secara bertahap karena ternak tersebut relatif mudah dipelihara oleh peternak skala kecil di pedesaan.

“Kambing meningkat secara bertahap karena mudah dipelihara oleh peternak skala kecil dan tidak membutuhkan modal sebesar sapi,” ujarnya.

Di sisi lain, perkembangan sapi potong cenderung lebih lambat. Hal ini dipengaruhi oleh siklus reproduksi yang lebih panjang serta kebutuhan modal yang lebih besar dibandingkan usaha ternak unggas atau kambing.

“Sapi potong meningkat lebih lambat karena siklus reproduksinya panjang dan membutuhkan modal yang lebih besar bagi peternak,” jelasnya.

Arief menambahkan sektor peternakan masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Pesawaran, terutama pada komoditas unggas yang memiliki permintaan pasar tinggi serta siklus produksi yang cepat. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi melalui pembinaan peternak, penguatan sistem usaha, serta pengembangan kemitraan dengan sektor swasta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....