saat Puasa, Mengapa Bau Masakan Menggoda?
- 15 Mar 2026 13:05 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Bau masakan sering kali terasa lebih kuat saat seseorang sedang menjalankan ibadah puasa. Tidak sedikit orang yang mengaku lebih peka mencium aroma makanan menjelang waktu berbuka, bahkan dari jarak yang cukup jauh. Fenomena ini ternyata berkaitan dengan kondisi tubuh saat tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama.
Dosen Ilmu Gizi dari berbagai penelitian kesehatan menjelaskan bahwa saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan pada sistem metabolisme dan tingkat sensitivitas indera. Ketika tubuh tidak mendapat asupan makanan selama berjam-jam, otak akan lebih responsif terhadap rangsangan yang berkaitan dengan makanan, termasuk aroma yang tercium melalui indera penciuman.
Aroma makanan sendiri terdiri dari molekul kecil yang mudah menguap di udara. Ketika molekul tersebut masuk ke dalam hidung, reseptor penciuman akan mengirimkan sinyal ke otak. Pada kondisi lapar, otak cenderung lebih fokus pada sinyal yang berkaitan dengan makanan sebagai bentuk mekanisme alami tubuh untuk mencari sumber energi.
Selain itu, kondisi perut yang kosong juga membuat seseorang lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya, termasuk aroma masakan yang sedang dimasak di rumah atau di sekitar tempat tinggal. Hal inilah yang membuat bau gorengan, sup, atau hidangan berbuka terasa jauh lebih menggoda dibandingkan pada hari-hari biasa.
Fenomena ini juga berkaitan dengan faktor psikologis. Saat bulan Ramadhan, masyarakat cenderung memiliki ekspektasi terhadap momen berbuka puasa. Pikiran yang sudah membayangkan hidangan berbuka dapat membuat otak lebih sensitif terhadap aroma makanan yang tercium.
Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa meningkatnya sensitivitas penciuman saat lapar merupakan hal yang wajar dan tidak berbahaya. Justru hal tersebut menjadi bagian dari cara tubuh memberikan sinyal bahwa energi yang tersimpan mulai berkurang dan membutuhkan asupan kembali.
Meski demikian, masyarakat tetap disarankan untuk menjaga pola makan yang seimbang saat sahur dan berbuka puasa. Asupan gizi yang cukup dapat membantu tubuh tetap bertenaga selama menjalani aktivitas sepanjang hari di bulan Ramadhan.
Dengan memahami alasan ilmiah di balik fenomena ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami perubahan yang terjadi pada tubuh selama menjalankan ibadah puasa, sekaligus tetap menjaga kesehatan dengan pola makan dan istirahat yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....