Mengenal Herd Immunity, Benteng Pelindung Anak dari Wabah Penyakit
- 15 Mar 2026 11:52 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Konsep kekebalan kelompok atau herd immunity menjadi faktor kunci dalam melindungi masyarakat dari ancaman ledakan kasus penyakit menular. Dalam sebuah populasi yang memiliki cakupan imunisasi tinggi, virus akan sulit menemukan inang untuk berkembang biak sehingga penyebaran dapat terhenti secara alami.
Ketua Perhimpunan Epidemiolog Lampung, Ismen Mukhtar, menyebut kondisi ini secara tidak langsung ikut melindungi kelompok masyarakat yang rentan atau mereka yang tidak memiliki kekebalan tubuh sama sekali. Namun, situasi ini sering kali disalahpahami oleh sebagian orang tua yang merasa anaknya tetap sehat meskipun tidak pernah mendapatkan imunisasi dasar.
Faktanya, anak yang tidak divaksin tersebut sebenarnya sedang terlindung oleh keberadaan anak-anak lain di sekitarnya yang sudah memiliki imunitas. Keamanan yang dirasakan tersebut hanyalah titipan dari populasi yang patuh terhadap program imunisasi pemerintah.
“Berterima kasih lah pada anak yang divaksin, karena anak yang tidak diimunisasi ikut terlindung oleh populasinya,” ujar Ismen, Minggu 15 Maret 2026.
Risiko besar akan muncul apabila semakin banyak orang tua yang menolak imunisasi karena merasa lingkungan sudah aman dari penyakit. Jika angka cakupan vaksinasi menurun drastis, maka benteng kekebalan kelompok tersebut akan runtuh dan membahayakan seluruh anggota masyarakat.
Kondisi tersebut pernah dibuktikan pada masa awal pandemi COVID-19 saat seluruh populasi belum memiliki kekebalan sama sekali terhadap virus baru. Penularan terjadi dengan sangat cepat dan mematikan karena tidak ada satu pun individu yang memiliki "ilmu kebal" melalui vaksinasi.
Masyarakat diharapkan memahami bahwa imunisasi bukan hanya tentang kesehatan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan publik. Kesadaran kolektif untuk melengkapi imunisasi anak menjadi satu-satunya cara untuk mencegah kembalinya wabah penyakit di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....