Mitigasi Bencana Jadi Fokus Penanggulangan di Lampung
- 13 Mar 2026 14:22 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CI.ID, Bandarlampung - Upaya mitigasi bencana terus diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Lampung sebagai langkah untuk mengurangi risiko bencana sebelum terjadi. Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pendekatan penanggulangan bencana di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar respons tanggap darurat menjadi fokus pada upaya pra-bencana seperti pencegahan, kesiapsiagaan, serta mitigasi.
" Mitigasi merupakan serangkaian perilaku dan langkah yang dilakukan untuk menekan potensi dampak bencana sebelum peristiwa itu terjadi. BPBD secara rutin memantau perkembangan cuaca serta mempelajari siklus bencana yang berpotensi terjadi, terutama yang dipicu oleh faktor hidrometeorologi seperti hujan lebat dan angin kencang. Pada fase rawan seperti saat ini, BPBD meningkatkan berbagai langkah persiapan untuk mengantisipasi potensi bencana." ujar Wahyu.
Dalam pelaksanaannya, BPBD memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota di seluruh Lampung, termasuk Tim Reaksi Cepat (TRC) serta berbagai pemangku kepentingan kebencanaan. Kolaborasi juga dilakukan bersama sejumlah lembaga seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Palang Merah Indonesia, serta organisasi masyarakat seperti Pramuka dan komunitas pecinta alam.
"BPBD juga meminta pemerintah daerah yang berada di zona rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Hal tersebut didasarkan pada data historis kejadian bencana di Lampung yang menunjukkan beberapa wilayah memiliki kejadian bencana berulang dan indeks risiko bencana yang tinggi, termasuk risiko multi hazard yang dipicu oleh bencana hidrometeorologi." kata Wahyu.
Wahyu Hidayat menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya BPBD. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mulai menerapkan “gaya hidup mitigasi”, yakni memahami tanda-tanda bahaya dan menghindari aktivitas berisiko saat kondisi cuaca ekstrem. Ia mencontohkan, masyarakat sebaiknya tidak memaksakan diri berkendara saat hujan deras atau melintasi jalur yang tidak dikenal ketika banjir terjadi. Dengan kesiapsiagaan yang dilakukan secara kolaboratif, diharapkan risiko bencana dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....