Rahayu Sri Astutik Riyanto Dikukuhkan sebagai Duta Peduli Stunting Pringsewu

  • 11 Mar 2026 13:36 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Rahayu Sri Astutik Riyanto Pamungkas dikukuhkan sebagai Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu. Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas pada acara Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Kabupaten Pringsewu di Aula Utama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Rabu, 11 Maret 2026.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting. Acara dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekretaris Daerah M. Andi Purwanto, jajaran pemerintah daerah, DPRD, unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta berbagai elemen terkait lainnya.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas nasional dan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 serta diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.

Menurut Riyanto, secara nasional prevalensi stunting masih berada pada kisaran 21 persen. Sementara di tingkat daerah, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu menunjukkan tren yang fluktuatif.

“Pada 2021 sebesar 19 persen, kemudian turun menjadi 16,2 persen pada 2022 dan 15,8 persen pada 2023. Namun pada 2024 kembali meningkat menjadi 19,5 persen,” kata Riyanto.

Meski demikian, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu menunjukkan tren penurunan yang konsisten setiap tahun.

“Pada 2021 sebesar 6,54 persen dan terus menurun hingga menjadi 5,3 persen pada 2025,” ujarnya.

Ia menambahkan perbedaan capaian antara data SSGI dan EPPGBM perlu dipahami secara metodologis dan dijadikan bahan evaluasi bersama untuk memperkuat validitas data, meningkatkan ketepatan sasaran intervensi, serta memperbaiki tata kelola pelaporan. Riyanto juga mengungkapkan bahwa pada 2025 Kabupaten Pringsewu meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak dan harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja.

“Namun penghargaan bukanlah tujuan akhir. Tujuan utama kita adalah memastikan setiap anak di Pringsewu dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.

Ia menilai tahun 2026 menjadi momentum penting dalam upaya percepatan penurunan stunting, seiring semakin dekatnya Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Keberhasilan penurunan stunting hari ini akan menentukan kualitas sumber daya manusia Pringsewu di masa depan serta menjadi fondasi untuk mewujudkan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing,” ujar Riyanto.

Sementara itu, Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu Rahayu Sri Astutik Riyanto Pamungkas menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurut Rahayu, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usia, tetapi juga berkaitan dengan kualitas tumbuh kembang, kemampuan belajar, kesehatan, hingga produktivitas anak di masa depan.

“Mari kita pastikan setiap ibu hamil mendapatkan perhatian dan pendampingan yang baik, serta terus memberikan edukasi kepada keluarga,” ujarnya.

Ia berharap upaya bersama tersebut dapat membawa Kabupaten Pringsewu menuju kondisi yang bebas dari stunting dan berbagai persoalan kesehatan lainnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita