Jamin Higienitas, Satgas MBG Lampung Perkuat SOP Keamanan Makanan

  • 11 Mar 2026 13:53 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Lampung terus memperkuat fungsi pengawasan petugas gizi di setiap Satuan Pelayanan Pangan Bergizi. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap porsi makanan yang dibagikan kepada masyarakat tetap dalam kondisi aman, sehat, dan higienis.

Ketua Pelaksana Satgas MBG Lampung, Saipul, menegaskan bahwa monitoring ketat wajib dilakukan mulai dari proses pengolahan hingga makanan sampai ke tangan penerima. Petugas gizi memiliki tanggung jawab besar untuk memeriksa kelaikan pangan guna menghindari risiko pencemaran bakteri yang dapat merugikan kesehatan.

Jeda waktu antara proses memasak hingga distribusi yang memakan waktu lama menjadi fokus utama dalam pengawasan kualitas makanan tersebut. Makanan yang telah melewati batas waktu tertentu, terutama di atas enam jam, sangat rentan terhadap pertumbuhan mikroba berbahaya jika tidak dikelola dengan benar.

“Petugas gizi yang ada di dapur itu termasuk kewajiban memonitor mengecek memeriksa memastikan makanan itu memang aman,” ujar Saipul, Rabu, 11 Maret 2026.

Setiap unit dapur diwajibkan untuk menaati Standar Operasional Prosedur (SOP) secara disiplin dalam setiap tahap produksi pangan bergizi. Kepatuhan terhadap aturan memasak berkala juga ditekankan agar tidak terjadi penumpukan porsi makanan yang sudah terlalu lama disimpan sebelum dibagikan.

Meskipun beban porsi yang harus disiapkan cukup banyak, aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan oleh para pengelola dapur di daerah. Pengawasan ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi yang sedang dijalankan secara nasional.

Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas pendukung di setiap dapur guna mendukung kerja maksimal para petugas gizi di lapangan. Sinergi yang kuat diharapkan mampu mewujudkan generasi yang lebih sehat dan bebas dari risiko gangguan kesehatan akibat kontaminasi pangan.

Rekomendasi Berita