Pakar Epidemiolog: Tuntaskan Kusta Perlu Upaya Ekstra dan Dana Konsisten

  • 09 Mar 2026 13:06 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Ketua Perhimpunan Epidemiolog Lampung, Ismen Mukhtar, mengibaratkan upaya eliminasi kusta seperti proses menggali sumur yang hampir mencapai sumber air bersih. Ia memperingatkan pemerintah agar tidak mengendurkan upaya maupun anggaran justru di saat jumlah laporan kasus mulai terlihat sedikit.

Banyak pemangku kebijakan cenderung mengalihkan pendanaan ke penyakit lain yang lebih populer atau memiliki angka kasus yang lebih besar. Padahal, sisa kasus yang sedikit di tengah populasi justru memerlukan tenaga dan biaya ekstra untuk ditemukan dan dituntaskan secara permanen.

Ismen menekankan bahwa tantangan tersulit dalam pemberantasan penyakit menular adalah mencari kasus-kasus terakhir yang masih bersembunyi di masyarakat. Jika upaya ini dihentikan sebelum benar-benar tuntas, maka sumber penularan akan tetap ada dan berpotensi memicu lonjakan kembali.

“Ibarat menggali sumur, kalau awal itu mudah, tapi begitu sudah tinggal sedikit lagi dapat air itu sudah ketemu batu kerasnya, upayanya harus lebih keras,” ujar Ismen, Senin 9 Maret 2026.

Menurutnya, kecenderungan menganggap masalah sudah selesai saat angka menurun adalah pola pikir yang membahayakan keberhasilan program kesehatan jangka panjang. Meskipun penyakit seperti DBD atau TBC tetap menjadi prioritas, kasus yang sudah mau habis harus mendapatkan perhatian ekstra.

Sinergi antara kegiatan pemeriksaan gratis dan pelatihan petugas lapangan menjadi kunci agar setiap gejala kelainan kulit dapat segera dipastikan diagnosanya. Dengan dukungan anggaran yang konsisten, mata rantai transmisi kusta di Lampung diyakini dapat diputus secara total hingga ke akarnya.

Pemerintah daerah diharapkan tetap berkomitmen dalam pendanaan operasional bagi petugas yang melakukan jemput bola langsung ke lapangan. Menuntaskan kusta saat angkanya masih rendah jauh lebih efisien dibandingkan harus menangani wabah besar di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....