Resmi Masuk Program CKG 2026, Skrining Kusta di Lampung Diperketat
- 09 Mar 2026 12:53 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Implementasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun 2026 secara resmi telah memasukkan skrining kusta sebagai upaya masif untuk melakukan deteksi dini. Kebijakan baru ini diprediksi akan memicu lonjakan angka laporan kasus baru di berbagai wilayah di Provinsi Lampung.
Ketua Perhimpunan Epidemiolog Lampung, Ismen Mukhtar, menegaskan bahwa fenomena kenaikan data tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai kegagalan dalam penanganan penyakit. Justru sebaliknya, kemunculan kasus di atas permukaan merupakan indikator keberhasilan sistem kesehatan dalam menjangkau penderita yang selama ini tidak terdeteksi.
Ismen menjelaskan bahwa kusta sering kali menjadi fenomena gunung es di mana banyak kasus tersembunyi atau backlog yang tersimpan di tengah populasi. Tanpa adanya upaya aktif seperti program CKG, penderita kusta cenderung baru terdeteksi saat kondisi fisiknya sudah mengalami kecacatan permanen.
“Biasanya kalau ada kegiatan upaya penemuan ada peningkatan kasus, jadi bukan kasus yang meningkat, artinya kemampuan deteksi kita membaik,” ujar Ismen, Senin 9 Maret 2026.
Ia mengingatkan masyarakat dan pemangku kebijakan agar tidak terjebak dalam salah kaprah mengenai data statistik kesehatan yang meningkat. Daerah yang melaporkan nol kasus sering kali bukan karena wilayahnya bebas kusta, melainkan karena rendahnya aktivitas pencarian dan keterbatasan anggaran.
Pihaknya mengapresiasi keberanian pemerintah daerah yang aktif melakukan skrining meskipun berdampak pada naiknya angka prevalensi secara administratif. Penemuan kasus sedini mungkin memungkinkan penderita segera mendapatkan obat sehingga rantai penularan di lingkungan sosial dapat segera terputus.
Dukungan penuh dari masyarakat untuk mengikuti program cek kesehatan gratis menjadi kunci sukses bagi target eliminasi kusta di masa depan. Melalui deteksi yang akurat, setiap penderita dapat dipulihkan kualitas hidupnya tanpa harus menanggung beban sosial akibat stigma penyakit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....