Kekerasan terhadap Perempuan Masih Jadi Tantangan Besar

  • 06 Mar 2026 07:06 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi masyarakat saat ini. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di lingkungan rumah tangga, tetapi juga merambah ke ruang publik bahkan hingga ke dunia digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kekerasan berbasis gender masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Koordinator Program Solidaritas Perempuan Sebay Lampung, Amnesty Amalia Utami, S.H., menjelaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan sering kali berkaitan dengan sistem patriarki yang masih kuat di masyarakat. Sistem tersebut kerap menempatkan perempuan pada posisi yang lebih lemah dibandingkan laki-laki, baik dalam pengambilan keputusan maupun akses terhadap berbagai sumber daya.

" Bentuk kekerasan terhadap perempuan tidak selalu terlihat dalam bentuk fisik. Banyak perempuan yang juga mengalami marginalisasi atau peminggiran dari akses ekonomi dan sosial. Selain itu, perempuan sering kali harus menanggung beban ganda dalam kehidupan rumah tangga, seperti mengurus keluarga sekaligus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga." Kata Tami

Ia juga menyoroti masih kuatnya stereotip negatif terhadap perempuan di masyarakat. Misalnya, perempuan yang bekerja hingga malam hari sering kali mendapatkan label buruk atau penilaian negatif dari lingkungan sekitar. Stereotip semacam ini dinilai dapat memperkuat ketidakadilan terhadap perempuan.

Lebih lanjut, Amnesty menjelaskan bahwa banyak perempuan mengalami kekerasan berlapis. Kondisi ini terjadi ketika perempuan harus menghadapi berbagai persoalan sekaligus, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun keluarga. Situasi tersebut membuat perempuan kerap berada dalam tekanan yang lebih besar dibandingkan laki-laki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....