Mengenal Perbedaan Mekanisme Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
- 03 Mar 2026 15:06 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Fenomena gerhana merupakan peristiwa alam yang terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi antara Matahari, Bumi, dan Bulan. Peristiwa luar angkasa ini dapat diprediksi secara akurat oleh para ahli karena mengikuti siklus orbit yang teratur.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Lampung Utara, Adhi Wibowo, menjelaskan gerhana Bulan terjadi ketika posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan dalam satu garis lurus. Kondisi ini menyebabkan cahaya matahari terhalang oleh badan Bumi sehingga tidak seluruhnya sampai ke permukaan Bulan.
"Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan," ujar Adhi, Selasa 3 Maret 2026.
Gerhana bulan hanya terjadi pada saat fase bulan purnama sesuai dengan kedudukan orbitnya. Posisi sejajar ini membuat Bulan perlahan memasuki bayangan inti atau umbra Bumi yang sangat gelap.
Berbeda dengan hal tersebut, Gerhana Matahari terjadi saat posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Fenomena ini menyebabkan sebagian wilayah di Bumi tertutup oleh bayangan Bulan sehingga cahaya matahari terhalang sejenak.
Gerhana matahari selalu terjadi pada saat fase bulan baru sesuai dengan urutan pergerakan benda langit. Pengamatan gerhana matahari memerlukan alat pelindung khusus untuk menjaga kesehatan mata dari radiasi cahaya yang kuat.
Pemahaman mengenai mekanisme ini membantu masyarakat membedakan karakter setiap fenomena langit yang terjadi setiap tahun. Pengetahuan dasar astronomi sangat penting untuk mengedukasi generasi muda mengenai keteraturan alam semesta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....