Tarif Listrik dan Emas Picu Inflasi Lampung

  • 02 Mar 2026 18:06 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mengungkapkan adanya ketimpangan pergerakan harga yang cukup tajam antara sektor energi dan sektor pendidikan pada Februari 2026. Inflasi tahunan yang mencapai 2,95 persen didominasi oleh kenaikan harga kelompok perumahan dan energi, sementara kelompok pendidikan mengalami deflasi cukup dalam.

‎ Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan bahwa kenaikan tarif listrik dan emas perhiasan menjadi penyumbang andil terbesar bagi laju inflasi bulan ini. Meskipun demikian, masyarakat mendapatkan sedikit keringanan dari penurunan biaya di sektor pendidikan dan beberapa komoditas pangan tertentu.

‎ "Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 21,43 persen," ujar Ahmadriswan Nasution berdasarkan data resmi BPS Lampung, Senin 2 Maret 2026.

‎ Di sektor pangan, bawang merah dan daging ayam ras masih menjadi komoditas yang perlu diwaspadai karena harganya yang cenderung naik. Sebaliknya, kelompok pendidikan tercatat mengalami deflasi yang signifikan mencapai 17,97 persen secara year-on-year.

‎ Data perbandingan ini menunjukkan dinamika ekonomi yang beragam, di mana pengeluaran rumah tangga untuk energi meningkat drastis, namun beban biaya pendidikan justru berkurang. BPS menyarankan pemerintah untuk fokus pada stabilisasi harga barang pokok dan energi guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....