Bupati Pringsewu Sebut Aksi Tebar Lele Jadi Momentum Evaluasi

  • 25 Feb 2026 09:57 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Aksi tebar lele di sejumlah ruas jalan rusak di Kabupaten Pringsewu tak hanya viral di media sosial, tetapi juga menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, menilai aksi tersebut sebagai momentum bersama untuk memperbaiki tata kelola penanganan jalan, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Hal itu disampaikannya saat mendampingi Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam peninjauan penanganan reaksi cepat ruas jalan provinsi di Kecamatan Ambarawa, Selasa (24/2/2026). Menurut Riyanto, kerusakan jalan bukan semata persoalan usia konstruksi atau beban kendaraan, melainkan erat kaitannya dengan persoalan drainase yang tidak berfungsi optimal.

“Yang merusak jalan itu air. Jadi bagaimana caranya supaya air itu cepat keluar dari jalan. Kalau kelamaan di jalan, maka itu akan merusak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak saluran drainase tertutup bangunan maupun sedimentasi. Akibatnya, air tidak mengalir sebagaimana mestinya dan mempercepat kerusakan badan jalan.

“Bangunan-bangunan itu drainasenya tetap tertutup. Sehingga air tidak masuk ke situ. Akibatnya jalan cepat rusak, dan tentu banjir juga,” kata dia.

Riyanto menyebut kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga fungsi drainase.

“Ini momentum bagi kami untuk sama-sama menyadarkan masyarakat. Bahwa gara-gara ini jadi banjir, salah satunya,” ucapnya.

Terkait penanganan jalan rusak, Pemkab Pringsewu mengoptimalkan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menangani titik-titik kategori parah dan sangat parah, meski sebagian ruas berada di bawah kewenangan provinsi.

“Ada URC, kami juga ada URC. Walaupun tentu jalan provinsi relatif kecil dibanding jalan kabupaten. Tapi kami berusaha untuk memutuskan bagaimana jalan-jalan yang kategori parah, sangat parah, kita akan URC supaya masyarakat lebih nyaman menghadapi Lebaran ini,” ujarnya.

Pendanaan URC bersumber dari anggaran yang telah dialokasikan, ditambah dukungan pihak swasta melalui program CSR maupun sumbangan material dari pengusaha sekitar ruas jalan. Pemkab berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan serta meminimalisir kerusakan lanjutan akibat genangan air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....