Atasi Polusi Asap, Mahasiswa KKN Unila Hadirkan Insinerator Ramah Lingkungan

  • 23 Feb 2026 16:30 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Selatan - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau KKN Universitas Lampung periode satu tahun 2026 menghadirkan solusi inovatif pengelolaan sampah melalui pembuatan insinerator minim asap di Desa Margo Lestari. Inovasi ini dirancang sebagai alternatif bagi masyarakat pedesaan untuk mengelola sampah rumah tangga dan ladang secara lebih tertata serta ramah lingkungan.

Program yang diinisiasi oleh Fahmi Daris bersama tim lintas keilmuan ini lahir sebagai respons atas kebiasaan warga yang masih sering membakar sampah secara terbuka di pemukiman. Minimnya fasilitas tempat pembuangan akhir menyebabkan polusi asap dan penumpukan sampah menjadi tantangan yang harus segera dicarikan jalan keluarnya melalui pendekatan teknologi tepat guna.

Ketua tim pelaksana, Fahmi Daris, menjelaskan bahwa pendekatan yang diambil bersifat adaptif terhadap kebiasaan masyarakat namun dengan metode yang jauh lebih terstruktur. Pemilihan sistem insinerator tertutup ini telah melalui diskusi mendalam bersama aparatur desa dengan mempertimbangkan kondisi geografis serta kebutuhan mendesak lapangan.

“Kami berupaya meningkatkan metode pembakaran sampah menjadi lebih teratur dan minim asap melalui pembangunan insinerator ini agar dampaknya tidak merugikan kesehatan warga,” ujar Fahmi Daris, Senin 23 Februari 2026.

Alat pembakar ini dirancang khusus menyerupai tungku tertutup dengan tiga lapisan fungsional yang dilengkapi ventilasi udara serta cerobong asap untuk memaksimalkan pembakaran. Material tahan panas seperti hebel dan besi digunakan dalam konstruksi alat agar dapat menampung kapasitas sampah dari beberapa rumah tangga sekaligus secara berkelanjutan.

Setelah melalui tahap uji coba, tim mahasiswa juga melakukan sosialisasi dan demonstrasi kepada warga mengenai jenis sampah yang aman dikelola menggunakan alat tersebut. Salah satu warga setempat, Sustian, memberikan apresiasi tinggi karena inovasi ini dianggap sangat efektif dalam mencegah tumpukan sampah yang selama ini mengganggu kebersihan dusun.

Program ini diharapkan dapat menjadi standar baru pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa yang lebih sistematis dan minim dampak negatif bagi atmosfer. Melalui pendampingan dosen pembimbing lapangan, karya mahasiswa ini diproyeksikan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian lingkungan di wilayah Lampung Selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....