Profesional Berbagi Pengalaman, Mahasiswa Perluas Wawasan Global
- 22 Feb 2026 10:52 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Selatan — Ruang perjumpaan antara dunia akademik dan dunia profesional kembali tercipta melalui seminar keprofesian yang menghadirkan dialog terbuka antara praktisi dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menyerap pengalaman langsung dari narasumber yang berkecimpung di tingkat nasional maupun internasional.
Sekitar 250 mahasiswa dari berbagai program studi tampak antusias mengikuti diskusi yang menitikberatkan pada pentingnya diplomasi budaya dan kemanusiaan dalam membangun perdamaian global. Dalam forum tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga perspektif praktis mengenai bagaimana nilai budaya dapat menjadi instrumen strategis dalam hubungan antarbangsa.
Staf Ahli Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Ismunandar, Ph.D menekankan diplomasi modern tidak semata-mata dilakukan melalui jalur politik formal, melainkan juga melalui pendekatan budaya, pendidikan, dan kerja sama kemanusiaan.
"Peran generasi muda, khususnya mahasiswa bidang infrastruktur dan kewilayahan, dinilai strategis karena pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga sosial dan budaya," ucapnya dilansir dari Itera, 22 Februari 2026.
Sementara itu, mahasiswa diajak memahami bahwa tantangan global seperti konflik, ketimpangan, dan perubahan sosial membutuhkan pendekatan multidisipliner. Soft skills seperti kemampuan komunikasi lintas budaya, empati, kepemimpinan, dan kolaborasi menjadi kompetensi penting yang harus diasah sejak di bangku kuliah.
Lebih lanjut, diskusi yang berlangsung interaktif juga membuka ruang tanya jawab, di mana mahasiswa menggali pengalaman narasumber dalam membangun jejaring internasional, merumuskan kebijakan berbasis budaya, hingga menghadapi dinamika diplomasi di era digital. Pertukaran gagasan tersebut memperkaya sudut pandang mahasiswa mengenai peluang karier sekaligus tanggung jawab profesional di masa depan.
Seminar keprofesian bertajuk “Diplomasi Budaya dan Kemanusiaan: Membina Perdamaian melalui UNESCO” ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (Itera) pada, di Aula Gedung Kuliah Umum 1 Itera. Kegiatan menghadirkan Staf Ahli Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Ismunandar, Ph.D., sebagai pembicara utama dan dimoderatori oleh dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Itera, Ir. Isya Susana Nurhasanah, S.T., M.Si. (Han), Ph.D. Seminar turut dihadiri Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, Dekan FTIK Roy Candra P. Sigalingging, M.Sc., Ph.D., serta pimpinan fakultas dan lembaga di lingkungan Itera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....