Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Lampung

  • 17 Feb 2026 19:52 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI. CO. ID, Bandarlampung - Tim rukyat hilal Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melakukan pemantauan hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah di Kompleks Stasiun Pengamat Bulan OZT-ALTS, Kampus ITERA, Selasa 17 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan oleh Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) bersama staf peneliti, dosen, serta mahasiswa asisten observatorium.

Peneliti OAIL sekaligus dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA, Dr. Robiatul Muztaba, mengatakan pemantauan hilal dilakukan rutin setiap tanggal 29 bulan Hijriah. Proses pengamatan biasanya dimulai sejak sore hari dengan menyiapkan teleskop dan mengarahkan instrumen ke posisi bulan.

Dalam pemantauan kali ini, tim menggunakan teleskop OZT-ALTS sebagai instrumen utama. Teleskop tersebut merupakan hibah Kerajaan Arab Saudi dan menjadi salah satu dari 14 teleskop pemantau hilal yang disebar di dunia, serta satu-satunya di Indonesia.

Hasil pemantauan menunjukkan hilal tidak memungkinkan untuk diamati karena posisi bulan berada di bawah ufuk. Berdasarkan perhitungan, ketinggian hilal berada pada minus 1 derajat 58 menit 22 detik busur, dengan elongasi plus 1 derajat 18 menit 0,7 detik busur.

“Pada sore hari ini tidak bisa mengamati bulan karena bulan sudah terbenam lebih dulu daripada matahari. Ketinggian bulannya minus satu derajat, sehingga tidak memungkinkan untuk kita bisa mengamati hilal,” kata Dr. Robi kepada RRI.

Hasil pengamatan akan disampaikan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung untuk diteruskan ke Sidang Isbat Kementerian Agama RI di Jakarta.

Pemantauan hilal ini menjadi bagian dari upaya mendukung data astronomis yang akurat dalam penetapan awal bulan Hijriah, khususnya menjelang Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....