Tradisi Makan Lalapan Perkuat Cita Rasa Khas Lampung
- 17 Feb 2026 19:56 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Lalapan masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya makan masyarakat Lampung. Beragam jenis lalapan seperti daun kemangi, jantung pisang, terong, timun, petai, hingga jengkol kerap hadir sebagai pelengkap sambal dan lauk tradisional di meja makan warga.
Kebiasaan mengonsumsi lalapan dinilai bukan sekadar soal selera, tetapi juga sudah menjadi tradisi turun-temurun dalam pola makan masyarakat. Lalapan biasanya disajikan dalam kondisi segar maupun direbus, dan identik dengan hidangan khas seperti sambal terasi, sambal tempoyak, hingga pindang.
Salah satu pedagang lalapan di Pasar Bawah Bandar Lampung, Sugiyem, mengatakan pembeli masih rutin mencari berbagai jenis lalapan khas Lampung untuk kebutuhan rumah tangga. Ia menyebut lalapan tertentu bahkan menjadi ciri khas yang jarang ditemukan di daerah lain.
“Kalau orang Lampung itu makannya kurang lengkap kalau enggak ada lalapan. Biasanya dicari daun kemangi, kenikir, sama jantung pisang, terus petai juga,” kata Sugiyem, Selasa 17 Februari 2026.
Menurutnya, lalapan juga banyak dibeli pelanggan yang ingin memasak menu khas daerah karena dianggap memberikan rasa lebih segar dan kuat saat dipadukan dengan sambal. Selain itu, jenis lalapan yang dijual biasanya menyesuaikan musim dan ketersediaan dari petani lokal.
Tradisi lalapan dinilai turut mencerminkan kedekatan masyarakat Lampung dengan hasil alam dan bahan pangan lokal. Di tengah perubahan gaya hidup, lalapan masih bertahan sebagai identitas kuliner yang memperkuat cita rasa khas Lampung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....