Harga Anjlok, Petani Kakao di Pesawaran Tetap Bertahan

  • 12 Feb 2026 21:29 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Di tengah fluktuasi harga kakao yang kerap tak menentu, Ahmad Bella Bahren, petani kakao asal Desa Banjar Negeri, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, tetap bertahan mengelola kebun kakaonya seluas 1,5 hektare. Soal harga, Ahmad mengaku saat ini petani kakao tengah menghadapi kondisi sulit. Harga kakao kering yang sempat menembus Rp110 ribu per kilogram kini anjlok drastis.

Terakhir, ia menjual kakao kering dengan kadar air empat persen di kisaran Rp57 ribu per kilogram, bahkan pernah di bawah Rp50 ribu.

“Sekarang lagi dipermainkan. Grafiknya turun, merah ibarat main saham,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Ia menilai fluktuasi harga bukan semata dipengaruhi cuaca, melainkan juga permainan pasar dan gudang besar. Menurutnya, ketika gudang penuh, harga ditekan, dan akan dinaikkan kembali saat stok mulai menipis untuk kepentingan ekspor.

Meski demikian, Ahmad memilih tetap bertahan. Baginya, kakao masih menjadi komoditas yang sangat membantu menopang ekonomi keluarga.

“Walaupun harga naik turun, kakao ini sangat menolong kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga menyinggung tantangan lain yang kerap dihadapi petani, mulai dari cuaca ekstrem, serangan hama, hingga pemangkasan dan pemupukan yang harus dilakukan rutin.

“Cuaca itu paling ngaruh. Hama juga, pupuk, sama pemangkasan. Semua harus dimonitor,” ujarnya.

Ahmad berharap pemerintah daerah melalui dinas pertanian dapat memberi perhatian lebih, terutama dalam menjaga keberlanjutan usaha tani kakao di Pesawaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....