Ciri-Ciri Kucing Sakit
- 29 Sep 2025 17:49 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung: Hewan peliharaan, khususnya kucing, memang bisa dijadikan sebagai sahabat yang baik dan kehadirannya pun dapat meningkatkan suasana hati para pemiliknya. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kucing bisa membangun keakraban yang intens, terlebih pada lansia dan penyandang disabilitas. Walaupun begitu, para pemilik kucing juga perlu berhati-hati. Sebab, kucing dapat membawa kuman yang berbahaya yang menyebabkan penyakit dan berpotensi menularkannya kepada manusia. Oleh sebab itu, penting untuk memahami ciri-ciri kucing sakit agar lebih waspada.
Ketika sedang sakit, biasanya kucing akan menunjukkan beberapa ciri tertentu. Terdapat beberapa ciri yang mudah dikenali, tapi ada pula yang terlihat normal-normal saja. Supaya tidak bingung lagi, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri kucing sakit, antara lain:
1. Perubahan Nafsu Makan
Apabila kucing peliharaan kamu menunjukkan perubahan nafsu makan, baik itu bertambah ataupun berkurang, maka hal tersebut bisa menjadi salah satu tanda mungkin kucing tersebut mengalami masalah pada sistem pencernaannya. Peningkatan nafsu makan yang terjadi pada kucing bisa disebabkan oleh parasit usus, diabetes, hipertiroidisme, ataupun penyakit pencernaan lain yang menyebabkan penyerapan nutrisi buruk. Sedangkan nafsu makan berkurang mungkin saja disebabkan karena kucing merasa mual, demam, mengalami penyakit pada pencernaan, atau nyeri di bagian mulut.
2. Banyak Minum
Apabila kucing kamu lebih sering minum atau lebih banyak dari biasanya, kamu perlu curiga adanya masalah kesehatan pada tubuhnya. Ada banyak sekali kemungkinan penyebab peningkatan rasa haus pada kucing, termasuk juga diabetes, penyakit ginjal, hipertiroidisme. Selain itu, ada pula penyakit endokrin yang kurang umum seperti akromegali atau hyperadrenocorticism.
3. Sering Mengeong atau Bersuara
Mengeong adalah salah satu cara kucing untuk berkomunikasi. Dimana suara kucing tersebut bisa diartikan banyak hal, bisa jadi lapar, marah, memberitahu sesuatu, atau mencari perhatian. Jika kucing yang tadinya jarang bersuara mulai sering mengeong dari biasanya, maka kemungkinan Ia sedang mencoba memberitahu majikannya jika Ia sedang merasa tidak nyaman atau mengalami tekanan fisik atau emosional. Biasanya, kucing mengeong lebih sering jika mereka merasa lapar atau kesakitan. Seiring bertambahnya usia, beberapa kucing dapat mengalami disfungsi kognitif atau kepikunan yang juga bisa mengubah frekuensi bersuara.
4. Tidak Bisa Buang Air Kecil
Segera mencari pertolongan medis bila kucing kamu tiba-tiba tidak bisa buang air kecil, terlebih untuk kucing jantan. Mereka mungkin saja mengalami penyumbatan pada bagian saluran kemih bagian bawah dan harus segera ditangani. Untuk mengetahui apakah kucing sulit untuk buang air kecil, kamu bisa memperhatikan kotak pasir untuk buang air kecil dan BAB. Apabila pasir terus-menerus kering, maka itu bisa menjadi pertanda bahwa kucing kamu sakit dan kesulitan BAK. Kebiasaan BAK kucing yang berubah tersebut perlu diwaspadai, misalnya saja tidak BAK di tempat biasanya. Hal tersebut mungkin menandakan bahwa mereka mengalami penyakit yang membuatnya sulit untuk masuk atau keluar dari kotak pasir.
5. Muntah dan Diare
Muntah dan juga diare yang dialami oleh kucing bisa jadi disebabkan oleh:
– Penyumbatan pencernaan atau tidak sengaja menelan benda asing
– Parasit usus
– Sensitivitas terhadap makanan, intoleransi, atau alergi
– Penyakit ginjal
– Pankreatitis
– Radang usus
– Infeksi bakteri atau virus
– Menelan racun
– Penyakit hati
– Kanker
6. Lesu atau Lebih Aktif
Perubahan tingkat energi yang ada pada kucing, baik itu meningkat ataupun menurun, dapat menjadi salah satu ciri-ciri kucing sakit. Kondisi tersebut mungkin terlihat terjadi secara tiba-tiba atau bertahap dari waktu ke waktu. Misalnya saja, kucing yang mengalami hipertiroid cenderung sangat aktif. Sementara kucing yang terlihat lesu mungkin saja menderita radang sendi atau penyakit lain.
7. Lebih Sering Bersembunyi
Kucing yang sering bersembunyi mungkin saja bisa disebabkan oleh rasa cemas, takut, stre, dan kesakitan. Kemudian, kucing juga sering sembunyi jika ada kucing lain, hewan lain, ataupun orang lain yang mengintimidasi.
8. Penurunan Berat Badan
Berat badan yang sehat dan stabil merupakan salah satu indikator kesehatan kucing secara keseluruhan. Sehingga, setiap penurunan berat badan yang jelas terlihat bisa menjadi tanda bahwa kucing tersebut sedang sakit.
9. Masalah Pernapasan
Pada kondisi tertentu, kucing bisa saja terengah-engah. Misalnya saja pada saat merasa lelah, stre, menderita penyakit jantung ataupun paru-paru, dan juga kepanasan. Lalu, mengi pada kucing juga biasanya disebabkan oleh asma. Batuk juga bisa menandakan adanya infeksi saluran pernapasan, kanker, asma, atau bronkitis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....