Bahaya Menggunakan Pertalite atau Pertamax Oplosan pada Kendaraan

  • 27 Feb 2025 09:07 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Mencampur bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax pada kendaraan bermotor dapat menimbulkan sejumlah efek negatif. Meskipun dalam jangka pendek efeknya tidak terlalu terasa, kebiasaan mencampur kedua jenis BBM ini dapat menyebabkan kerusakan mesin dalam jangka panjang.

Berikut adalah beberapa efek samping mencampur Pertalite dan Pertamax pada kendaraan:

  • Menurunkan Kualitas Bahan Bakar: Setiap jenis bahan bakar memiliki nilai oktan yang berbeda. Pertalite memiliki RON 90, sementara Pertamax memiliki RON 92. Mencampur keduanya dapat menyebabkan pembakaran tidak optimal dan menurunkan kualitas bahan bakar secara keseluruhan.

  • Tarikan Mesin Menjadi Berat: Ketidakstabilan dalam pembakaran akibat percampuran kedua jenis bahan bakar dapat membuat tarikan mesin menjadi berat. Hal ini terjadi karena senyawa dari kedua jenis bahan bakar tidak dapat bercampur dengan sempurna.

  • Meningkatkan Risiko Knocking pada Mesin: Pembakaran yang tidak sempurna akibat pencampuran BBM dapat memicu knocking atau ngelitik pada mesinKondisi ini berisiko merusak komponen mesin dalam jangka panjang.

  • Menurunkan Efisiensi Bahan Bakar: Pencampuran BBM dapat mengganggu efisiensi bahan bakar kendaraan. Mesin menjadi tidak efisien dalam mengonsumsi bahan bakar, sehingga meningkatkan konsumsi bahan bakar dan mengurangi performa mesin.

  • Meningkatkan Emisi Gas Buang: Mesin yang bekerja lebih keras akibat pencampuran jenis bahan bakar yang berbeda dapat meningkatkan emisi gas buang. Hal ini berdampak buruk pada kualitas udara dan lingkungan.

  • Performa Mesin Menurun: Seiring waktu, pencampuran BBM yang berbeda dapat menyebabkan penumpukan kerak dalam mesin. Kondisi ini menghambat aliran bahan bakar dan udara, sehingga menurunkan performa mesin dan mempercepat kerusakan mesin.

Untuk menjaga kendaraan tetap dalam kondisi optimal, disarankan untuk menggunakan jenis bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan dan menghindari pencampuran bahan bakar yang berbeda. Campuran bensin akan mengurangi kadar detergen dan aditif yang seharusnya meningkatkan kualitas bahan bakar, malah menyebabkan penumpukan kotoran. Akibatnya, mesin bisa mengalami kerusakan seperti kerak pada piston dan silinder, bahkan mogok atau turun mesin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....