Pemkab Lampung Timur Perkuat Perlindungan Pesisir Lewat Demplot Mangrove
- 06 Sep 2026 13:01 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung : Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat upaya menjaga kawasan pesisir dari abrasi sekaligus memulihkan ekosistem lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membangun demplot mangrove seluas 2 hektare di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai.
Demplot tersebut diresmikan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah pada Kamis (3/9/2026), ditandai dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis bersama sejumlah pihak.
Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung, PHE OSES Pertamina, serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Bupati Ela mengatakan, kawasan mangrove tersebut diharapkan menjadi pelindung alami bagi masyarakat dari abrasi dan banjir rob yang kerap melanda Labuhan Maringgai. Pemerintah juga akan mendorong kembali keberadaan komunitas mangrove serta memperbaiki pengelolaan sampah di kawasan pesisir.
Menurut Ela, pelestarian lingkungan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, komunitas, perguruan tinggi, dan sektor swasta. Ia pun mengapresiasi dukungan PHE OSES Pertamina dan PNM dalam pembangunan demplot tersebut.
Selain konservasi mangrove, Pemkab Lampung Timur tengah menyiapkan pengelolaan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Sistem ini akan memilah sampah organik dan anorganik untuk kemudian diolah menjadi produk yang bermanfaat.
| Baca juga: MIN 4 Lamtim Awali Ekstrakurikuler Pramuka |
Konsep RDF yang telah diterapkan di Sukadana rencananya akan dikembangkan di Labuhan Maringgai guna mendukung terciptanya kawasan pesisir yang lebih bersih dan tertata.
Sementara itu, Assistant Manager PHE OSES M. Lesa Amrullah menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Lampung Timur.
Demplot mangrove tersebut diharapkan menjadi awal pemulihan ekosistem pesisir Muara Gading Mas sekaligus menjadi benteng alami dari abrasi dan banjir rob. Kawasan itu juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....