Sinergi Koperasi Pesantren dan SPPG Perkuat Pasokan Pangan Program MBG
- 21 Agt 2026 16:01 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung-Koperasi Sekunder Serikat Bisnis Pesantren Lampung menggelar Business Matching dengan mengusung tema “Sinergi Lokal untuk Gizi Nasional: Membangun Rantai Pasok Berkelanjutan Program Makan Bergizi Gratis” pada Rabu, 19 Agustus 2026,di salah satu hotel di Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan koperasi, pondok pesantren, pelaku usaha lokal, serta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam membuka peluang kerja sama penyediaan bahan pangan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan Business Matching tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Syariah Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Lampung bersama Pusat Inkubator Bisnis. Forum ini diharapkan mampu memperkuat jejaring usaha sekaligus membangun rantai pasok pangan yang berkualitas, halal, berkelanjutan, dan melibatkan potensi ekonomi lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pusat Inkubator Bisnis Polinela, Ir. Bambang Utoyo, M.P.; Dewan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Lampung, Prof. Ruslan Abdul Ghofur; serta Asisten Direktur Bank Indonesia KPw Provinsi Lampung, La Ode M. Arif.
Sejumlah narasumber turut memberikan pemaparan dalam kegiatan tersebut. Kepala KPPG Provinsi Lampung, Ahmad Heri Setiawan, menjelaskan gambaran model Program Makan Bergizi Gratis sekaligus pentingnya sinergi antara pelaku usaha lokal dalam mendukung ketersediaan bahan makanan berkualitas.
Narasumber lainnya, Prof. Kusuma Adhianto, memberikan perspektif akademisi terkait penguatan ekosistem usaha dan kemitraan. Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia, Balak Fiskara, menyampaikan materi mengenai pengendalian inflasi di Provinsi Lampung, khususnya dalam kaitannya dengan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan.
Dalam kegiatan ini turut hadir pengelola SPPG dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Secara keseluruhan terdapat 24 SPPG yang berpartisipasi dalam forum Business Matching tersebut.
Ketua Koperasi Sekunder Serikat Bisnis Pesantren Lampung, KH. Syaikhul Ulum Suhada, mengatakan pondok pesantren yang tergabung dalam koperasi memiliki potensi produksi yang besar untuk menjadi pemasok bahan pangan bagi kebutuhan Program MBG.
Menurutnya, prinsip halal dan thayyib menjadi salah satu kunci utama dalam membangun bisnis berbasis syariah, sekaligus memastikan bahan pangan yang dipasok memenuhi standar kualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Koperasi Sekunder Serikat Bisnis Pesantren Lampung juga memperkenalkan perannya sebagai agregator usaha pesantren melalui Lampung Berdikari Distribution Center (LBDC). Lembaga tersebut berperan mengonsolidasikan berbagai produk pertanian dan peternakan, termasuk ayam karkas segar dan beku yang telah memiliki sertifikat halal.
Salah satu hasil konkret kegiatan Business Matching adalah dilaksanakannya penandatanganan perjanjian kerja sama pasokan kebutuhan MBG dengan empat SPPG, yakni SPPG Jati Agung, SPPG Kemiling, SPPG Natar, dan SPPG Gerning.
Project Manager pelaksana kegiatan, Dr. Sri Handayani, S.P., M.E.P., yang juga merupakan akademisi perguruan tinggi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan pasokan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, akan terbangun komunikasi dan jejaring awal, sehingga diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kemitraan pasokan pangan yang kuat, halal, dan berkelanjutan antara pesantren, koperasi, perguruan tinggi, dan SPPG di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi tersebut sekaligus memperkuat perekonomian lokal sejalan dengan semangat “Sinergi Lokal untuk Gizi Nasional”.
Konsep kolaborasi yang dikembangkan dalam kegiatan ini mengedepankan model ABCD, yaitu Academy, Business, Community, dan Development National. Model tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pangan yang mandiri, berdaya saing, serta mampu mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Lampung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....