Balai Bahasa Lampung Dorong Komunitas Optimalkan Bantuan Literasi

  • 12 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung: Sebanyak sembilan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau komunitas literasi di Provinsi Lampung mendapatkan bantuan pemerintah melalui program Fasilitasi Komunitas Literasi dan Sastra Tahun 2026. Masing-masing komunitas memperoleh dana fasilitasi sebesar Rp50 juta.

Informasi tersebut disampaikan Penelaah Teknis Kebijakan Balai Bahasa Provinsi Lampung, Erwin Wibowo, dalam Obrolan Pembinaan Bahasa Indonesia yang diselenggarakan RRI Bandar Lampung bersama Balai Bahasa Provinsi Lampung, Rabu (12/8/2026).

Erwin mengatakan, program fasilitasi tersebut merupakan upaya pemerintah memperkuat gerakan literasi berbasis masyarakat sekaligus memperluas manfaat dukungan kepada komunitas-komunitas penggerak literasi di berbagai daerah.

“Pada tahun 2026, bantuan diberikan kepada 110 komunitas literasi dan 38 komunitas sastra yang belum pernah menerima dana fasilitasi sebelumnya,” kata Erwin dalam kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.

Menurutnya, program tersebut telah dilaksanakan secara bertahap sejak 2024. Pada tahun pertama, sebanyak 339 komunitas literasi di berbagai wilayah Indonesia memperoleh bantuan masing-masing Rp50 juta.

Kemudian pada 2025, pemerintah kembali memberikan dana fasilitasi kepada 100 komunitas literasi. Bantuan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran komunitas dalam membangun gerakan literasi yang berbasis masyarakat.

Untuk Provinsi Lampung, dana sebesar Rp50 juta yang diterima komunitas harus dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang berfokus pada literasi dan dilaksanakan di tengah masyarakat.

Sembilan komunitas literasi yang menerima bantuan pada 2026 tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Mereka yakni Komunitas Baca di Bataranila Lampung Selatan, Komunitas Saung Baca Ruang Pojok Metro, TBM Rumah Baca Lintas Literasi Way Kanan, TBM Pojok Baca Cahaya Ilmu Way Kanan, Ruang Baca Taman Sari Way Kanan, TBM Pelita Bangsa Pesawaran, Pojok Baca Armel Tanggamus, TBM Rumah Peradaban SNC Lampung Timur, dan Lamban Baca Iqro Lampung Barat.

Selain bantuan untuk komunitas literasi, pemerintah juga memberikan fasilitasi kepada komunitas atau pegiat sastra. Di Lampung, penerima pada kategori tersebut adalah Mutmainah, seorang sastrawan sekaligus pendiri Sanggar Dakocan.

Program fasilitasi ini diharapkan mampu mendorong komunitas literasi dan sastra untuk semakin aktif menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat. Dengan demikian, gerakan literasi tidak hanya berkembang di lingkungan sekolah, tetapi juga semakin kuat di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Melalui dukungan tersebut, komunitas diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan budaya membaca, menulis, serta apresiasi terhadap karya sastra di daerah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....