Lampung Selatan Gelar STQ VII, Siapkan Kafilah Terbaik ke Tingkat Provinsi

  • 26 Apr 2026 19:51 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung: Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai menjaring qori dan qoriah terbaik melalui Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VII yang resmi dibuka di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan kafilah terbaik menghadapi MTQ ke-53 tingkat Provinsi Lampung, sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek karakter dan spiritual masyarakat.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, menyampaikan bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan manusia yang kuat secara nilai dan moral. “Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan Lampung Selatan,” ujarnya.

Darmawan juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari panitia, ulama, hingga masyarakat, yang dinilai menjadi kunci sukses penyelenggaraan STQ. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan ulama dalam membangun daerah yang maju dan religius.

Selain itu, ia berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan STQ sebagai momentum untuk tidak hanya berprestasi, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Harapan kita, Lampung Selatan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga melahirkan generasi yang religius, berdaya saing, dan berkarakter,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Firmansyah, melaporkan bahwa STQ tahun ini diikuti oleh 232 peserta dari 17 kecamatan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 25–27 April 2026, di tiga lokasi, yaitu Aula Sebesi PKK, Aula Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan, dan MAN 1 Lampung Selatan.

Menurutnya, STQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperdalam pemahaman, serta menyeleksi peserta terbaik untuk pembinaan ke tingkat provinsi,” jelasnya.

Darmawan menambahkan, di tengah arus perubahan sosial yang cepat, Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup. “Bukan hanya dibaca, tetapi dipahami dan diamalkan. Itulah esensi dari kegiatan ini,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....