Lestarikan Bahasa daerah,melalui Hari Bahasa Ibu International
- 26 Feb 2026 11:56 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID,Bandar Lampung-LPP RRI Bandar Lampung bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Lampung menggelar Dialog Pembinaan Bahasa Indonesia di Programa 4 (Pro 4), Rabu (25/2/2026). Dialog ini mengangkat tema “Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional: Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa.”
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ibu Sustiyanti, M.Hum dan Bapak Sarman, S.Pd, yang membahas pentingnya pelestarian bahasa ibu serta penguatan pendidikan berbasis multibahasa di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.
Dalam pemaparannya, Sustiyanti menjelaskan bahwa bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang dikuasai seseorang sejak lahir .
"Bahasa Ibu mereupakan bahasa pertama yang dikuasai seseorang sejak lahir, melalui interaksi dengan keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Bahasa ibu menjadi fondasi utama dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak,"ujar Susti.
Ia juga memaparkan sejarah lahirnya Hari Bahasa Ibu Internasional yang diperingati setiap 21 Februari. Peringatan ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman bahasa dan untuk mendorong pelestarian bahasa ibu di seluruh dunia. Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat penting bahwa bahasa daerah sebagai bahasa ibu memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan.
Sementara itu, Sarman menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam membangun pendidikan berbasis multibahasa, terutama dalam menjaga dan menggunakan bahasa daerah. Ia menyoroti kondisi saat ini di mana anak-anak pada jenjang pra sekolah hingga kelas 1 dan 2 sekolah dasar umumnya tidak lagi diajarkan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran.
“Padahal penggunaan bahasa ibu pada tahap awal pendidikan dapat membantu anak lebih mudah memahami materi pembelajaran dan memperkuat identitas budaya mereka,” ujar Sarman.
Dialog ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap bangga menggunakan bahasa ibu serta aktif mendukung pendidikan multibahasa sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi.