Arus Balik di Jalinbar Pesawaran–Pringsewu Ramai, Didominasi Kendaraan Pribadi

  • 25 Mar 2026 15:35 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Arus balik Lebaran di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) yang menghubungkan Pesawaran dan Pringsewu, Lampung, pada Rabu, 25 Maret 2026, bergerak ramai namun tetap lancar. Kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil, mendominasi lalu lintas dari dan menuju Bandar Lampung.

Di Simpang Tugu Pengantin pertemuan Jalan Raya Kedondong dengan Jalinbar Gedong Tataan arus kendaraan tampak menebal. Pelat nomor luar daerah, terutama dari Jakarta dan Banten, silih berganti melintas, menandai puncak arus balik yang mulai bergerak sejak pagi.

Kepadatan serupa terlihat di sejumlah titik lain, seperti perbatasan Gedong Tataan dan Gadingrejo serta kawasan Pasar Gadingrejo. Dari arah Pringsewu menuju Bandar Lampung, laju kendaraan sempat melambat akibat tingginya volume lalu lintas. Namun, arus sebaliknya relatif lebih lengang dan tetap mengalir.

Di depan Museum Nasional Transmigrasi, Gedong Tataan, kondisi lalu lintas cenderung lebih tertib. Kendaraan angkutan barang tampak dominan menuju arah Pringsewu, sementara kendaraan pribadi mengalir ke arah Bandar Lampung. Agung Fitra, 27 tahun, pemudik asal Sukamarga, Gedong Tataan, yang hendak kembali ke Tangerang, menilai arus balik tahun ini lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya, meski belum sampai menimbulkan kemacetan panjang.

“Memang terasa lebih ramai, terutama di simpang-simpang besar. Tapi masih bisa bergerak, belum sampai macet total,” ujarnya.

Ia menyebut titik-titik pertemuan arus dan pusat aktivitas masyarakat sebagai lokasi yang paling rawan tersendat. Namun, setelah melewati kawasan tersebut, kendaraan kembali melaju normal. Bagi Agung yang menempuh perjalanan dengan sepeda motor, waktu tempuh tidak hanya ditentukan kondisi jalan, tetapi juga antrean di pelabuhan penyeberangan serta kepadatan di stasiun pengisian bahan bakar.

“Biasanya antre juga di SPBU yang dilalui pemudik. Itu cukup mempengaruhi perjalanan,” katanya.

Meski demikian, ia menilai kehadiran petugas di lapangan cukup efektif mengurai kepadatan. Lalu lintas yang sempat melambat dapat segera kembali bergerak. Agung mengaku telah mempersiapkan perjalanan dengan matang, mulai dari kondisi kendaraan hingga kesiapan fisik. Ia juga mengantisipasi kemungkinan harus berhenti lebih sering untuk beristirahat selama perjalanan jauh.

Ia berharap arus balik tahun ini tetap berjalan lancar hingga seluruh pemudik tiba di tujuan masing-masing. “Yang penting tetap hati-hati di jalan. Kalau lelah, sebaiknya berhenti dan istirahat,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....