Buka 24 Jam, Kemenag Lampung Siapkan Masjid Ramah Pemudik di Sejumlah Titik
- 17 Mar 2026 11:37 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- Kemenag Lampung meluncurkan program "Masjid Ramah Pemudik" untuk melayani pemudik Lebaran 1447 H.
- Lokasi: Masjid-masjid di sepanjang jalur mudik, terutama di posisi strategis Lampung sebagai lintas Jawa-Sumatera, disiapkan.
- Jam Operasional: Masjid akan buka 24 jam untuk ibadah (salat, zikir) dan beristirahat.
- Fasilitas Kesehatan: Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menyediakan layanan kesehatan gratis (cek kesehatan) bagi pemudik yang kelelahan atau kurang fit.
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Lampung menyiapkan masjid-masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat istirahat dan pelayanan bagi para pemudik. Program "Masjid Ramah Pemudik" ini hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintasi Provinsi Lampung selama arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengatakan posisi strategis Lampung sebagai penyangga ibu kota dan lintasan utama antara Pulau Jawa dan Sumatera menjadikan masjid-masjid di daerah ini memiliki peran penting dalam melayani para musafir.
"Karena Provinsi Lampung ini adalah penyangga lintas Sumatera dan Pulau Jawa, maka hampir seluruh masjid yang dilintasi kami siapkan untuk menerima, melayani, memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pemudik yang melewati jalur di Provinsi Lampung," kata Zulkarnain, kepada RRI, Selasa, 17 Maret 2026.
Zulkarnain menjelaskan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat beristirahat bagi pemudik yang kelelahan. Untuk itu, seluruh masjid yang berada di jalur mudik akan dibuka selama 24 jam penuh.
"Yang pertama adalah masjid ramah pemudik artinya masjid sebagai tempat ibadah kami buka selama 24 jam. Kapanpun saudara-saudara kita yang ingin kembali ke kampung halaman bertemu dengan keluarga dan orang tuanya, kami siapkan 24 jam ketika mereka ingin beribadah, sholat, dan berzikir dengan tenang di masjid-masjid yang ada di Provinsi Lampung," jelasnya.
Dia juga menyatakan bahwa masjid juga diperkenankan menjadi tempat istirahat bagi pemudik, terutama jika rest area di sepanjang jalur mudik tidak mencukupi atau tidak tersedia.
"Peran masjid tidak hanya sebagai tempat pusat ibadah, tetapi juga tempat beristirahat. Maka masjid dibuka 24 jam dan diperkenankan untuk istirahat di dalam masjid kalau memang rest areanya tidak mencukupi dan tidak ada," ucapnya.
Kemenag Lampung tidak hanya menyiapkan masjid sebagai tempat berteduh, tetapi juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyediakan layanan kesehatan gratis bagi pemudik yang membutuhkan.
"Kami berkoordinasi dengan saudara-saudara kita lintas sektoral dari pemerintah daerah, dengan Dinas Kesehatan. Kami bersama-sama Dinas Kesehatan untuk pengecekan dan bantuan kesehatan bagi mereka (pemudik) yang mungkin mengalami kelelahan dan ada yang dirasa kurang fit tubuhnya," ujarnya.
Selain itu, Kemenag Lampung memastikan setiap masjid menyiapkan toilet yang bersih dan layak bagi pemudik yang membutuhkan. Seluruh masjid, marbot, dan aparat setempat akan terus menjaga kebersihan fasilitas yang digunakan.
Kemenag Lampung juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk memastikan keamanan kendaraan serta harta benda yang ditinggalkan pemudik saat beristirahat di masjid.
Sebagai bentuk kepedulian di bulan Ramadan, beberapa masjid juga menyiapkan takjil gratis bagi pemudik yang melintas saat waktu berbuka puasa tiba. Kemenag Lampung bahkan mendorong keterlibatan UMKM dalam penyediaan makanan di sekitar masjid.
"Kami juga di beberapa masjid menyiapkan takjil bagi pemudik. Bahkan ada beberapa masjid yang kami berkoordinasi, bekerja sama dengan UMKM agar mereka menyiapkan makan di sekitar masjid dan takjil, sehingga para pemudik bisa memilih menu dan juga menghidupkan perekonomian masyarakat menengah ke bawah," jelas Zulkarnain.
Tidak hanya masjid, Kemenag Lampung juga membuka pintu rumah ibadah agama lain untuk melayani pemudik yang melintas, sesuai dengan kebutuhan dan keyakinan masing-masing.
“Tidak hanya masjid di Provinsi Lampung. Gereja, vihara juga kami siapkan untuk mereka yang melintas ketika mereka ingin istirahat,” kata dia.
Dengan berbagai fasilitas dan layanan ini, Kemenag Lampung berharap para pemudik yang melintasi Provinsi Lampung dapat merasakan kenyamanan, keamanan, dan kebersamaan selama perjalanan mudik Lebaran tahun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....