BPBD Lampung Siaga Bencana saat Mudik

  • 13 Mar 2026 14:06 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang momen mudik Lebaran. Hal ini disampaikan oleh Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, yang menyebut bahwa hingga Maret 2026 Lampung masih berada dalam fase musim hujan sehingga masyarakat perlu tetap waspada terhadap potensi bencana.

"Secara umum musim hujan yang biasanya berakhir pada Februari mengalami pergeseran hingga Maret. Curah hujan yang tinggi bahkan sempat tercatat mencapai sekitar 162 milimeter di Bandar Lampung, yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk di Lampung Selatan. Sepanjang Maret potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih sangat mungkin terjadi di berbagai daerah di Provinsi Lampung." Ucap Wahyu

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Provinsi Lampung terus meningkatkan kesiapsiagaan, terlebih karena periode ini bertepatan dengan arus mudik Idul Fitri. Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan. Oleh karena itu, BPBD bersama berbagai pihak berupaya memastikan perjalanan pemudik tetap aman dari ancaman bencana.

" Selain melakukan pemantauan intensif, BPBD juga memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan di jalur mudik, seperti banjir, genangan air, maupun tanah longsor yang dapat terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah." ujar Wahyu.

Wahyu Hidayat menambahkan bahwa bencana yang paling sering terjadi di Lampung didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data terbuka kebencanaan Lampung sejak Januari hingga saat ini, tercatat angin kencang menjadi kejadian terbanyak dengan 113 peristiwa, disusul banjir sebanyak 86 kejadian dan tanah longsor sebanyak 19 kejadian. Beberapa wilayah yang memiliki potensi longsor cukup tinggi antara lain Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus, sementara banjir kerap terjadi di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pringsewu, serta Pesawaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....