Menyelami Makna dan Pesan Tari Rapai Geleng
- 18 Mei 2024 00:13 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Rapai geleng adalah sebuah tarian tradisional aceh yang berasal dari desa Seneulop kecamatan Manggeng kabupaten Aceh Barat Daya. Rapai geleng merupakan suatu tarian yang bermula dari upacara agama islam yaitu dalail khairat yang dilaksanakan ditempat pengajian setelah shalat isya.
Tari ini memiliki tiga babak, yaiut saleum, kisah, dan lanie dengan jumlah penari berkelompok terdiri dari laki-laki. Tarian ini memiliki aturan-aturan dan nilai keindahan bisa dilihat pada tema, gerak, properti, pola lantai, musik dan busana sesuai agama islam. Pola lantai dari rapai geleng dapat dilihat dari satu saf, dua saf, yang diambil dari barisan atau saf dalam shalat, kemudian pola lingkaran bermakna masyarakat Aceh melakukan musyawarah atau kerja sama.
Syair-syair yang dilantunkan dipadukan dengan gerakan-gerakan sebagai sarana dakwah melalui seni merupakan rasa syukur atas suatu keberhasilan baik dalam pertanian maupun bidang kehidupan lainnya. Tarian ini dalam penyampaian menggunakan bahasa Aceh yang dilantunkan oleh cahi (vokalis)yang diikuti oleh penarinya. Tari ini gerakannya hampir sama dengan gerakan saman namun alat dan bahasa yang digunakan berbeda.
Isi syair dari rapai geleng berupa nasehat, puji pujian kepada Allah SWT, nabi Muhammad Saw, sahabat beserta kerabatnya dan gerak tari ini iramanya dikemas dalam kalimat la ilahaillallah. Tari ini sering ditampilkan pada acara perkawinan adat Aceh, sunat rasul, serta pertunjukan pada acara-acara penyambutan tamu penghormatan.
Alat musik yang digunakan pada tari rapai geleng adalah rebana aceh yang dipegang oleh seluruh penari. Dalam tarian rapai geleng ini mengandung nilai-nilai seperti nilai tradisi, nilai budaya, nilai keindahan, dan nilai kekompakan.
(Dikutip dari berbagai sumber)