Ratu Baca: Membaca Digital Bukan Kemunduran

  • 30 Jan 2026 20:52 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ratu Baca Aceh 2024, Fania Shella, menilai perubahan pola membaca generasi Z dari buku fisik ke media digital bukanlah sebuah kemunduran, melainkan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Hal tersebut disampaikannya dalam perbincangan KHUPIE SARENG Podcast Episode #30 RRI Banda Aceh yang mengangkat tema masihkah generasi Z Aceh membaca.

Menurut Fania, teknologi ibarat pisau bermata dua yang memiliki sisi positif dan negatif. Namun, dalam konteks literasi, kehadiran teknologi justru memberi kemudahan bagi generasi muda untuk mengakses bacaan kapan saja dan di mana saja.

“Kalau kita bicara efektivitas, perubahan itu bukan kemunduran. Dengan teknologi, Gen Z bisa membaca di mana saja dan kapan saja melalui handphone. Itu juga bagian dari literasi,” ujar Fania.

Ia menegaskan, meskipun medium membaca berubah, aktivitas membaca tetap berlangsung. Karena itu, literasi generasi Z tidak bisa dinilai menurun hanya karena tidak selalu menggunakan buku fisik.

“Pada akhirnya kita tetap membaca. Apakah lewat buku fisik atau digital, itu sama-sama bentuk literasi,” katanya.

Meski demikian, Fania mengakui setiap media memiliki kelebihan dan kekurangan. Secara pribadi, ia mengaku masih menyukai membaca buku fisik karena memberikan pengalaman emosional yang tidak didapatkan dari bacaan digital.

“Kalau buku fisik itu ada aroma buku, bisa dibolak-balik halamannya, ada perasaan tertentu yang tidak kita dapatkan saat membaca digital,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga mengakui keunggulan buku digital, terutama dari segi aksesibilitas. Fitur seperti pembesaran teks dinilai sangat membantu, khususnya bagi pembaca yang memiliki keterbatasan penglihatan.

“Kalau di digital, kita bisa zoom in, zoom out. Itu kelebihan yang tidak bisa kita lakukan di buku fisik,” jelasnya.

Fania menilai, tantangan literasi ke depan bukanlah memilih antara buku fisik atau digital, melainkan bagaimana memanfaatkan keduanya secara seimbang. Ia juga melihat kecenderungan generasi Z memilih membaca melalui gawai di rumah sebagai bentuk efisiensi, tanpa harus selalu datang ke perpustakaan.

Dengan perubahan tersebut, Fania berharap masyarakat tidak lagi memandang rendah pola membaca generasi Z, melainkan mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana penguatan budaya literasi di Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....