Mahasiswa USK Ungkap Kompleksitas Ilmu Teknik Pertambangan

  • 02 Okt 2026 00:18 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Dunia pertambangan kerap identik dengan aktivitas penggalian, alat berat dan peledakan, namun mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) menyebut aktivitas tersebut membutuhkan perhitungan serta pemahaman teknis yang tidak sederhana. Hal tersebut tergambar dalam rangkaian Mission 13 tahun 2026 yang menghadirkan berbagai kompetisi untuk menguji pengetahuan dan kemampuan mahasiswa.

Mahasiswa Teknik Pertambangan USK, Raisa, mengatakan aktivitas perkuliahan yang dijalani mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga banyak dilakukan di lapangan untuk mengambil dan menganalisis data. “Kami lebih banyak aktivitas di lapangan, ke lereng, ke gunung untuk mengambil data biasanya,” ujar Raisa dalam dialog Pro 2 RRI Banda Aceh, Rabu 30 September 2026.

Menurut Raisa, salah satu kemampuan yang dipelajari adalah memahami kondisi lereng serta batuan sebelum suatu kegiatan penggalian dilakukan. Pengukuran tersebut diperlukan untuk mengetahui kekuatan dan kondisi lereng sehingga proses perencanaan kegiatan pertambangan dapat dilakukan berdasarkan data dan pertimbangan teknis.

Sultan menjelaskan mahasiswa pertambangan juga harus memahami material penyusun suatu gunung atau lereng sebelum menentukan strategi penggalian. “Kita sebagai mahasiswa pertambangan harus mengerti, tidak cuma mengerti mengerok gunung, tapi juga harus mengerti penyusun dari sebuah gunung itu apa,” katanya.

Pemahaman tersebut kemudian diterapkan dalam sejumlah kompetisi pada Mission 13, termasuk bench blasting, underground blasting, hauling, panning dan join mapping. Pada kompetisi tertentu, peserta tidak melakukan peledakan secara nyata, melainkan menggunakan simulasi dan perhitungan untuk menguji kemampuan teknis serta keselamatan kerja.

Raisa mengatakan persiapan mengikuti kompetisi dilakukan sejak jauh hari melalui latihan rutin dan pembagian tugas dalam tim. “Kami sudah rutin latihan dari dua bulan yang lalu, latihannya semenjak libur kuliah, biasanya kami ada latihan lewat Zoom juga,” ujarnya, seraya menjelaskan latihan tidak hanya berupa praktik tetapi juga perhitungan sebelum simulasi dilakukan.

Kesibukan mengikuti kegiatan kampus dan perlombaan juga membuat mahasiswa harus mampu mengatur waktu dengan baik agar tidak mengganggu perkuliahan. Sultan mengatakan dirinya terbiasa membuat daftar pekerjaan sebelum tidur, sedangkan Raisa menggunakan jadwal dan alarm untuk memastikan berbagai kegiatan tetap berjalan, sehingga pengalaman di Mission 13 tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga latihan disiplin, kerja sama dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....