Lima Gampong di Aceh Timur Terima 4,2 Juta Benur untuk Pulihkan Tambak Pascabencana

  • 21 Sep 2026 09:27 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Timur - Pemulihan mata pencaharian pembudidaya tambak terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, mulai bergerak. Sebanyak 4,2 juta ekor benur udang Vaname bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) disalurkan untuk mengaktifkan kembali 120 hektare tambak masyarakat.

Penebaran perdana dilakukan secara simbolis di Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Rabu 16 September 2026. Bantuan tersebut menyasar pembudidaya di lima gampong yang telah siap melakukan penebaran, yakni Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih, dan Paya Lipah.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan pemulihan sektor perikanan menjadi perhatian pemerintah daerah karena banjir berdampak langsung terhadap kegiatan budidaya dan perikanan tangkap yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Pascabanjir, kita terus melakukan pendataan terhadap sektor perikanan, mulai dari kerusakan tambak hingga kapal-kapal nelayan. Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan dukungan untuk kembali menjalankan usahanya,” kata Al-Farlaky.

Aceh Timur memiliki sekitar 18.810 hektare lahan tambak yang tersebar di wilayah pesisir. Di Kecamatan Peureulak, luas tambak yang dikelola masyarakat mencapai sekitar 2.156 hektare, dengan 313 hektare di antaranya terdampak banjir.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada petakan tambak, tetapi juga pada tanggul dan pintu air. Sedimentasi lumpur pada saluran turut menghambat sirkulasi air yang diperlukan untuk memulai kembali kegiatan budidaya.

Melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, KKP menyalurkan 4,2 juta benur udang vaname sebagai tahap awal rehabilitasi sektor perikanan budidaya. Bantuan tersebut diharapkan mengembalikan produktivitas tambak sekaligus membantu pembudidaya memperoleh kembali pendapatan setelah terdampak bencana.

“Penebaran hari ini merupakan langkah awal secara simbolis di Kecamatan Peureulak. Selanjutnya, program ini kita harapkan dapat dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan lain yang juga terdampak banjir,” ujar Al-Farlaky.

Pemkab Aceh Timur akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah pusat agar pemulihan tidak berhenti pada bantuan benur. Dukungan lanjutan diperlukan untuk menangani tanggul, pintu air, saluran, dan sarana produksi sehingga kegiatan budidaya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut,” kata Al-Farlaky.

Ia menegaskan Pemkab Aceh Timur terus mengawal program rehabilitasi dan rekonstruksi pada berbagai sektor agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat diakomodasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....