KKN di Cut Langien Jadi Ruang Kolaborasi Mahasiswa Lintas Program Studi

  • 31 Agt 2026 16:57 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa menjelang masa akhir perkuliahan. Salah satunya dirasakan Ari Maulana, Ketua Kelompok 11 KKN Cut Langien, yang bersama rekan-rekannya menjalani pengabdian selama satu bulan di Desa Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Ari dalam dialog interaktif di RRI Pro 2 Banda Aceh, Selasa 18 Agustus 2026 mengatakan, KKN merupakan salah satu mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa pada semester akhir sekaligus menjadi salah satu syarat kelulusan. Dalam pelaksanaannya, KKN terbagi menjadi beberapa bentuk, termasuk KKN tematik dan reguler. “KKN ini memang salah satu syarat kelulusan juga, jadi tetap harus dijalani dengan semangat dan keikhlasan hati,” kata Ari.

Ia menjelaskan, dirinya mendapatkan penempatan pada KKN reguler sehingga lokasi pengabdian ditentukan melalui proses pengacakan. Dari proses tersebut, Ari bersama anggota kelompoknya ditempatkan di Desa Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. “Kebetulan Ari dapatnya yang reguler. Kemudian diacak secara reguler dan akhirnya kami ditempatkan di Desa Cut Langien,” ujarnya.

Menurut Ari, salah satu hal menarik selama KKN adalah kesempatan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai program studi. Dalam satu kelompok, mahasiswa berasal dari sejumlah bidang, mulai dari kedokteran, keperawatan, kehutanan, pertanian hingga fakultas keguruan. Kondisi tersebut membuat kegiatan pengabdian menjadi ruang untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Selama berada di Desa Cut Langien, kelompoknya juga melaksanakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan edukasi masyarakat. Salah satunya melalui program Pancasila dan Siaga Bencana atau Pancasiaga dengan membagikan poster serta memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain itu, mahasiswa dari bidang kesehatan turut melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana bagi masyarakat.

“Dari kelompok kami yang dari kedokteran, kami melakukan pengecekan kesehatan dan tensi masyarakat, medical check-up biasa. Alhamdulillah, masyarakat di sana menyambut kami dengan sangat hangat, terutama ibu-ibunya,” ungkap Ari.

Menurutnya, pengalaman selama sebulan di tengah masyarakat memberikan pelajaran penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum mahasiswa memasuki tahap akhir pendidikan dan menghadapi penyusunan skripsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....