Sebanyak 15 Peserta Ikuti Uji Coba Soal UKBI Adaptif 2026 di Balai Bahasa Aceh

  • 26 Agt 2026 23:16 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Sebanyak 15 peserta dari kalangan dosen, guru, pengajar BIPA, mahasiswa, ASN, pelajar, wartawan, hingga warga negara asing mengikuti Uji Coba Soal UKBI Adaptif Tahun 2026 di Ruang Rapat Balai Bahasa Provinsi Aceh, Rabu, 26 Agustus 2026.

Uji coba yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Aceh tersebut dilakukan untuk menguji kualitas soal sebelum digunakan lebih lanjut dalam Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, S.S., M.Hum., saat membuka kegiatan mengatakan pemartabatan bahasa Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pendidik, akademisi, pengajar BIPA, media, serta penutur bahasa Indonesia dan bahasa asing.

“Bahasa Indonesia perlu terus kita martabatkan di negeri sendiri dan kita dorong agar semakin dikenal di tingkat internasional,” ujar Muhammad Irsan.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, S.S., M.Hum (paling kanan) mendorong para peserta dan semua pihak bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi memartabatkan dan menginternasionalkan Bahasa Indonesia. Hal itu disampaikan saat penutupan Uji Coba Soal UKBI Adaptif 2026 di Balai Bahasa Aceh, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: RRI/Fazil)

Dalam kegiatan tersebut, Widyabasa Ahli Madya sekaligus Koordinator Tim UKBI Balai Bahasa Provinsi Aceh, Yanti Zulita, S.S., M.Pd., menyampaikan materi mengenai UKBI Adaptif dan petunjuk pelaksanaan uji coba soal UKBI Adaptif Tahun 2026.

Peserta kemudian mengerjakan soal melalui aplikasi UKBI Dinamis. Soal yang diujicobakan merupakan soal yang telah disusun dan dibakukan melalui Sidang Pembakuan UKBI Tahun 2026.

Uji coba dilakukan untuk mendapatkan tanggapan peserta terkait tingkat kesulitan soal, kemudahan memahami pertanyaan, kesesuaian konteks, serta kemampuan soal mengukur kemahiran berbahasa Indonesia.

Dua warga negara asing turut mengikuti uji coba tersebut, yakni Md. Imran Mahmud dari Bangladesh dan Busurmankul Ismatillaevich Kamarov dari Kyrgyzstan. Keterlibatan keduanya memberikan perspektif penutur asing dalam menilai soal-soal UKBI.

Setelah menyelesaikan uji coba, peserta memberikan tanggapan dan masukan kepada tim pengembang. Masukan tersebut selanjutnya digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan soal UKBI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....