Solusi Bangun Andalas Siap Suplai Material Semen untuk Rekonstruksi Aceh
- 10 Agt 2026 18:42 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Keterlibatan sektor swasta dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan Aceh setelah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah pada November 2025. Selain memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak, dunia usaha juga berperan memastikan ketersediaan material yang dibutuhkan dalam pembangunan kembali infrastruktur.
General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, mengatakan perusahaan memiliki tanggung jawab sosial untuk terlibat dalam proses pemulihan karena telah menjadi bagian dari masyarakat Aceh selama sekitar empat dekade.
“PT Solusi Bangun Andalas ini sudah menjadi bagian dari masyarakat Aceh sekitar empat dekade yang lalu. Jadi kami tumbuh berkembang bersama masyarakat,” kata Adi dalam dialog bersama RRI Banda Aceh, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurutnya, sebagai perusahaan yang bergerak di industri bahan material konstruksi semen, PT Solusi Bangun Andalas memiliki peran strategis dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Perusahaan berkomitmen menjaga kegiatan operasional dan produksi pabrik pada tingkat maksimal agar kebutuhan material untuk pembangunan kembali berbagai fasilitas yang rusak dapat terpenuhi.
“Karena kami bergerak di industri material yang sangat diperlukan pada proses rekonstruksi ini, kami berkomitmen semaksimal mungkin bisa menyuplai kebutuhan-kebutuhan yang terkait dengan produk kami,” ujarnya.
Adi menjelaskan keterlibatan perusahaan telah dilakukan sejak awal bencana. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk material, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Perusahaan, kata dia, sempat menyalurkan bantuan makanan serta bekerja sama dengan lembaga masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam kegiatan pembersihan sejumlah lokasi terdampak bencana.
Kegiatan tersebut juga melibatkan karyawan perusahaan dan serikat pekerja. Setiap akhir pekan, sebagian karyawan diterjunkan ke lapangan dengan membawa peralatan, termasuk alat berat, untuk membantu proses pembersihan.
“Kami bekerja sama dengan perusahaan datang ke suatu lokasi untuk membantu pembersihan. Kami bawa alat berat, kami libatkan orang,” katanya.
Selain membantu pembersihan, perusahaan juga mengerahkan tim dari klinik untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dukungan di sektor pendidikan turut diberikan melalui bantuan sarana sekolah dan buku.
Adi mengatakan kegiatan bantuan langsung tersebut kini mulai dikurangi karena perusahaan mengalihkan fokus pada dukungan terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Konsentrasi kita sekarang adalah bagaimana men-support program rehabilitasi dan rekonstruksi ini. Jadi konsentrasi kita sekarang adalah memproduksi semaksimal mungkin agar suplai material ke lapangan yang diperlukan untuk program ini bisa tersupport,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung di lapangan juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memahami kebutuhan masyarakat terdampak. Adi mengaku sempat turun langsung ke Kabupaten Pidie sebanyak dua kali untuk melihat kondisi masyarakat dan fasilitas yang terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, perusahaan mendatangi sebuah musala atau masjid di salah satu kampung serta madrasah. Selain berinteraksi dengan masyarakat dan pelajar, perusahaan juga memberikan dukungan berupa sarana kesehatan dan bantuan lainnya.
Adi menegaskan keterlibatan dunia usaha dalam pemulihan bencana tidak hanya sebatas bantuan sosial pada masa tanggap darurat, tetapi juga dapat dilanjutkan melalui dukungan terhadap pembangunan jangka panjang.
Menurutnya, dengan memastikan produksi material konstruksi berjalan optimal, sektor industri dapat ikut menopang percepatan pembangunan kembali infrastruktur dan fasilitas masyarakat yang terdampak bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....