Nelayan Aceh Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Biaya Melaut Kian Meningkat

  • 05 Agt 2026 09:42 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Perubahan iklim tidak hanya berdampak terhadap sektor pertanian, tetapi juga mulai dirasakan oleh para nelayan di Aceh. Meningkatnya suhu laut dan perubahan pola cuaca menyebabkan nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan, sehingga biaya operasional ikut meningkat.

Founder dan Executive Director Rumah Pangan Aceh, Rivan Rinaldi, mengatakan perubahan kondisi lingkungan laut telah memengaruhi habitat ikan. Akibatnya, nelayan membutuhkan waktu lebih lama dan bahan bakar lebih banyak untuk mencapai lokasi penangkapan yang kini berada di perairan yang lebih dalam.

"Pengaruh lingkungan terhadap sektor perikanan sangat signifikan. Ketika suhu laut meningkat, ikan-ikan akan bergerak ke perairan yang lebih dingin sehingga nelayan harus melaut lebih jauh," kata Rivan dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh pada Sabtu 1 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut secara langsung meningkatkan pengeluaran nelayan karena kebutuhan bahan bakar dan waktu operasional menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Ia menjelaskan meningkatnya suhu laut juga berdampak pada terumbu karang yang menjadi habitat berbagai jenis ikan. Fenomena pemutihan karang atau coral bleaching menyebabkan ekosistem laut terganggu sehingga populasi ikan berpindah mencari lingkungan yang lebih sesuai untuk bertahan hidup.

Selain itu, perubahan pola cuaca turut memengaruhi aktivitas melaut karena gelombang tinggi dan badai lebih sering terjadi. Kondisi tersebut membuat nelayan harus mengurangi frekuensi melaut demi keselamatan, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap ketersediaan ikan di pasar dan memicu kenaikan harga bagi masyarakat. "Ketika nelayan kesulitan mendapatkan ikan dan hasil tangkapan berkurang, sementara permintaan tetap tinggi, maka harga ikan juga akan meningkat," ujar Rivan.

Rivan menilai tantangan tersebut perlu diantisipasi melalui langkah adaptasi dan mitigasi yang melibatkan berbagai pihak. Selain memanfaatkan teknologi untuk memprediksi kondisi cuaca, pemerintah juga diharapkan terus memperkuat dukungan terhadap sektor perikanan agar nelayan memiliki kemampuan menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin kompleks.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan sektor pertanian, tetapi juga bergantung pada keberlanjutan sektor perikanan sebagai salah satu sumber pangan masyarakat Aceh. Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, nelayan, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga pasokan pangan tetap tersedia di tengah tantangan perubahan iklim yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....