Krisis Iklim Ancam Ketahanan Pangan di Aceh

  • 03 Agt 2026 14:53 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Krisis iklim menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di daerah yang bergantung pada sektor pertanian, seperti di Provinsi Aceh. Hal ini disampaikan Rivan Rinaldi, S.Pd. M.Sc Selaku Founder dan Executive Director Rumoh Pangan dalam dialog Green Radio bersama Pro1 RRI Banda Aceh, Sabtu 1 Agustus 2026.

Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk dampak perubahan iklim. “Perubahan pola musim, meningkatnya suhu, hingga cuaca ekstrem berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian, ketersediaan air, dan kesejahteraan petani," ungkapnya.

Ia mengatakan, perubahan iklim menyebabkan musim tanam menjadi sulit diprediksi, meningkatkan risiko gagal panen, serta memicu serangan hama dan penyakit tanaman.

“Kondisi ini menuntut adanya strategi adaptasi yang lebih kuat agar sektor pertanian tetap produktif dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, upaya menjaga ketahanan pangan harus dilakukan secara terpadu melalui penerapan pertanian berkelanjutan, pemanfaatan teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim, penguatan sistem irigasi, penggunaan benih unggul, serta diversifikasi komoditas pangan. “Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh,” jelasnya.

Rivan menilai, pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap krisis iklim melalui perubahan perilaku sehari-hari, seperti menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi emisi karbon, serta mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....