Taaruf Menjadi Alternatif Mengenal Calon Pasangan Secara Sehat

  • 03 Agt 2026 00:50 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Founder Aceh Flexi School, Esti Wulansari, mengatakan proses taaruf dapat menjadi alternatif bagi generasi muda untuk mengenal calon pasangan tanpa harus melalui pacaran. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Obrolan Santai Islami (OSSI) Pro 2 RRI Banda Aceh bertajuk "Bukan Hanya Soal 'Jangan', Indahnya Aturan Islam Menjaga Relasi", Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Esti, salah satu alasan yang sering dikemukakan anak muda untuk berpacaran adalah agar dapat mengenal karakter pasangan sebelum menikah. Padahal, Islam telah memberikan alternatif melalui proses taaruf yang tetap memungkinkan kedua belah pihak saling mengenal dengan cara yang lebih terarah dan bertanggung jawab.

"Bisa kok kita kenalan tanpa pacaran. Dalam Islam ada proses taaruf yang memang bertujuan untuk saling mengenal sebelum menikah," ujarnya. Ia menambahkan, "Taaruf itu bukan cuma sekadar kenalan singkat, tetapi bagaimana kita mengenal seseorang secara dewasa, rasional, dan bermartabat."

Esti menjelaskan, dalam proses taaruf seseorang dapat berdiskusi mengenai berbagai hal penting, mulai dari visi kehidupan, karakter, nilai-nilai yang dianut, hingga kesiapan membangun rumah tangga. Dengan demikian, proses saling mengenal tidak hanya didasarkan pada perasaan, tetapi juga mempertimbangkan kecocokan tujuan hidup dan tanggung jawab masing-masing.

Ia juga menyinggung budaya masyarakat Aceh yang mengenal peran "selangke" sebagai perantara dalam mempertemukan calon pasangan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa masyarakat telah lama memiliki mekanisme untuk membantu proses pencarian jodoh secara lebih aman dan tetap menjaga adab dalam pergaulan.

"Kadang kita merasa pacaran itu satu-satunya cara untuk mengenal pasangan, padahal tidak. Islam sudah memberikan jalan yang lebih baik," kata Esti. Ia menilai, proses taaruf juga dapat melibatkan keluarga atau pihak yang dipercaya sehingga komunikasi berlangsung lebih terbuka dan meminimalkan potensi terjadinya hubungan yang tidak sehat.

Esti berharap generasi muda tidak ragu memilih proses yang sesuai dengan tuntunan agama dalam mempersiapkan pernikahan. Menurutnya, hubungan yang dibangun dengan tujuan yang jelas, komunikasi yang sehat, dan saling menghormati akan menjadi fondasi yang lebih kuat untuk membentuk keluarga yang harmonis dan penuh tanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....