Islam Mengatur Cara Mengelola Rasa Cinta, Bukan Melarangnya
- 01 Agt 2026 11:20 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Founder Aceh Flexi School, Esti Wulansari, mengatakan Islam tidak pernah mengharamkan seseorang memiliki rasa suka kepada lawan jenis karena perasaan tersebut merupakan fitrah yang diberikan Allah kepada manusia. Hal itu disampaikannya dalam dialog Obrolan Santai Islami (OSSI) Pro 2 RRI Banda Aceh bertajuk "Bukan Hanya Soal 'Jangan', Indahnya Aturan Islam Menjaga Relasi", Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Esti, banyak anak muda masih memandang aturan Islam sebagai pembatas kebebasan dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Padahal, seluruh ketentuan tersebut justru bertujuan menjaga manusia agar tidak terjerumus pada penyesalan maupun persoalan yang dapat merusak kesehatan mental dan masa depan.
"Islam enggak pernah mengharamkan rasa suka karena itu fitrah. Yang diatur dalam Islam bukan tidak boleh jatuh cintanya, tapi bagaimana kemudian kita mengelola dan mengekspresikan rasa cinta itu," ujar Esti. Ia mengatakan rasa suka merupakan tanda bahwa hati seseorang masih hidup sehingga tidak perlu disalahkan, melainkan perlu diarahkan agar diekspresikan dengan cara yang benar.
Ia mengibaratkan aturan dalam Islam seperti pagar pengaman di jalan yang berada di tepi jurang. Menurutnya, keberadaan pagar bukan untuk membatasi perjalanan seseorang, melainkan mencegah agar tidak terjatuh ke dalam bahaya akibat keputusan yang didorong oleh emosi sesaat.
Esti juga menyoroti anggapan bahwa pacaran dapat menjadi sumber motivasi belajar maupun cara mengenal pasangan sebelum menikah. Menurutnya, menggantungkan kebahagiaan dan semangat hidup kepada orang lain justru berisiko menimbulkan ketergantungan emosional yang berdampak buruk ketika hubungan tersebut berakhir.
"Taaruf itu bukan cuma sekadar kenalan singkat, tapi bagaimana kita bisa mengenal seseorang secara dewasa, rasional, dan bermartabat," katanya. Ia menambahkan, masyarakat Aceh sebenarnya telah mengenal budaya "selangke" sebagai perantara dalam proses mencari pasangan, sehingga hubungan dibangun dengan tujuan yang lebih jelas menuju pernikahan.
Esti berharap generasi muda tidak lagi memandang aturan Islam sebagai beban, melainkan sebagai bentuk kasih sayang Allah dalam menjaga kehormatan diri. "Islam memberikan aturan bukan untuk membatasi kebahagiaanmu, melainkan untuk melindungimu dari rasa sakit. Jaga dirimu, fokus untuk terus tumbuh, dan percaya Allah akan memberi skenario terbaik pada waktumu," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....