Orang Tua Perlu Validasi Perasaan Anak yang Mulai Menyukai Lawan Jenis
- 01 Agt 2026 11:21 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Munculnya rasa suka kepada lawan jenis pada anak merupakan bagian dari proses perkembangan yang dimulai ketika memasuki masa pubertas. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu langsung memarahi atau melarang secara berlebihan, tetapi perlu memahami bahwa perasaan tersebut merupakan fitrah yang wajar dialami setiap individu. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Obrolan Santai Islami (OSSI) Pro 2 RRI Banda Aceh pada Kamis 30 Juli 2026.
"Ketika ada seorang anak yang menunjukkan ketertarikan kepada lawan jenisnya, yang perlu dilakukan orang tua ataupun orang dewasa di sekitarnya jangan terlalu lebai juga," ujar Esti. Ia menambahkan, "Ya sudah, validasi saja. 'Eh, kamu lagi suka ya?' Alhamdulillah Allah kasih kekayaan rasa, kamu bisa merasa suka."
Esti menjelaskan, anak yang merasa diterima emosinya akan lebih mudah diajak berdiskusi mengenai cara mengekspresikan perasaan dengan tepat sesuai usia dan nilai-nilai agama. Sebaliknya, larangan yang disampaikan tanpa pendekatan yang tepat dikhawatirkan justru membuat anak semakin penasaran dan terdorong melakukan hal yang dilarang.
Ia menuturkan bahwa pendekatan kepada anak juga perlu disesuaikan dengan tahap perkembangannya. Pada anak usia sekolah dasar, orang tua cukup membantu mereka memahami bahwa rasa suka merupakan hal yang normal, sedangkan pada usia remaja pembahasan dapat diarahkan pada tanggung jawab, batasan pergaulan, serta cara menjaga diri dalam berinteraksi dengan lawan jenis.
Esti juga mengingatkan agar orang tua membangun komunikasi yang terbuka sehingga anak merasa aman untuk menceritakan pengalaman maupun perasaannya. Menurutnya, pendampingan sejak dini menjadi bekal penting agar anak mampu mengambil keputusan yang lebih bijak ketika memasuki usia remaja dan menghadapi berbagai dinamika pergaulan.
Ia berharap para orang tua tidak hanya berperan sebagai pemberi aturan, tetapi juga menjadi tempat terbaik bagi anak untuk belajar memahami emosi dan membangun karakter. Dengan komunikasi yang hangat dan penuh empati, anak diharapkan mampu menghargai perasaannya sendiri sekaligus memahami batasan dalam menjalin relasi yang sehat sesuai tuntunan agama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....