MIN 1 Kota Subulussalam Jadi Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta
- 31 Jul 2026 12:08 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Subulussalam - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Subulussalam, menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027, yang dirangkaikan dengan Launching Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam, Munawar menegaskan bahwa profesi guru merupakan amanah yang mulia sehingga harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, seorang guru hendaknya meluruskan niat dalam mendidik, yakni semata-mata mengharap ridha Allah SWT, bukan hanya berorientasi pada mencari nafkah.
"Jadilah guru yang mengajar dengan kasih sayang. Keikhlasan dalam mendidik akan melahirkan keberkahan, baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Niat utama kita adalah mencari ridha Allah SWT, bukan semata-mata mencari nafkah," pesannya.
Adapun pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Launching Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama. Munawar menjelaskan bahwa kurikulum ini merupakan respons Menteri Agama terhadap meningkatnya krisis moral yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan proses pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia, sikap toleran, serta kepedulian terhadap sesama.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Kota Subulussalam telah lebih dahulu diluncurkan pada jenjang Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), sedangkan pada tahun pelajaran 2026/2027 mulai diterapkan di MIN 1 Kota Subulussalam sebagai madrasah piloting.
Selain menjadi teladan, guru juga dituntut untuk melaksanakan penilaian secara objektif dengan mempertimbangkan seluruh aspek perkembangan peserta didik, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Penilaian yang adil akan mendorong tumbuhnya budaya belajar yang sehat dan berkualitas di lingkungan madrasah.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kota Subulussalam, Mustafa, menyampaikan sejumlah informasi terkait kebijakan terbaru di bidang pendataan guru dan tenaga kependidikan. Ia menjelaskan bahwa aplikasi Simpatika kini telah bertransformasi menjadi EMIS GTK sebagai sistem pendataan yang akan digunakan dalam pengelolaan administrasi guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....