Mengenal Awan Iridesensi, Fenomena Alam Awan Pelangi yang Menakjubkan
- 28 Jul 2026 17:12 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh- Fenomena awan berwarna-warni atau awan iridesensi kerap menarik perhatian masyarakat karena tampilannya menyerupai pelangi. Meski terlihat tidak biasa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan gejala optik atmosfer yang alami dan tidak berkaitan dengan pertanda bencana.
Iridesensi awan atau cloud iridescence terjadi ketika cahaya matahari terdifraksi oleh tetesan air berukuran sangat kecil atau kristal es yang terdapat di dalam awan. Proses difraksi ini memisahkan cahaya menjadi berbagai spektrum warna sehingga menghasilkan gradasi warna-warni di tepi atau bagian tertentu awan.
Fenomena ini umumnya muncul pada awan tipis yang tersusun atas partikel-partikel berukuran hampir seragam. Warna yang terlihat dapat berupa merah muda, hijau, biru, hingga ungu, bergantung pada ukuran partikel awan, sudut datang cahaya Matahari, serta posisi pengamat.
Menurut BMKG, iridesensi awan lebih mudah diamati saat Matahari berada di posisi relatif rendah, seperti pada pagi atau sore hari. Kondisi atmosfer yang mendukung, termasuk keberadaan awan tipis di lapisan atas, juga menjadi faktor penting dalam terbentuknya fenomena tersebut.
BMKG menegaskan bahwa iridesensi awan merupakan fenomena optik atmosfer yang normal dan tidak dapat dijadikan indikator akan terjadinya gempa bumi, letusan gunung api, maupun bencana alam lainnya. Kemunculannya murni dipengaruhi oleh interaksi cahaya Matahari dengan partikel-partikel kecil di dalam awan.
Fenomena ini menjadi salah satu contoh keindahan alam yang dapat diamati dari permukaan Bumi sekaligus menunjukkan bagaimana proses fisika atmosfer bekerja menghasilkan pemandangan yang memukau di langit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....