TVRI Aceh Gelar Forum Konsultasi Publik, Tingkatkan Kualitas Standar Pelayanan

  • 14 Mei 2026 15:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – TVRI Aceh menggelar Forum Konsultasi Publik terkait penyusunan kebijakan standar pelayanan publik di kantor TVRI Aceh, Rabu 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur eksternal guna memberikan masukan terhadap peningkatan kualitas layanan dan siaran televisi publik di Aceh.

Forum dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala TVRI Stasiun Aceh, Yusril, didampingi Kasubag Tata Usaha Andria Sabarino serta sejumlah pejabat TVRI Aceh.

Dalam kegiatan itu, turut hadir perwakilan dari Komisi Penyiaran Indonesia Aceh, kalangan akademisi, RRI Banda Aceh, lembaga swadaya masyarakat, hingga unsur dunia pendidikan.

Dalam pemaparannya, Yusril menyampaikan sejumlah program unggulan TVRI Aceh yang selama ini diarahkan untuk mendukung fungsi edukasi dan mencerdaskan masyarakat.

“Forum ini menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Aceh yang akan selalu berubah ke arah yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, anggota KPI Aceh, Muslim Daud, berharap forum tersebut mampu menghasilkan masukan yang dapat memperkuat kualitas siaran TVRI sebagai lembaga penyiaran publik.

Menurutnya, TVRI memiliki tanggung jawab menghadirkan tayangan yang mendidik dan mencerdaskan bangsa, sejalan dengan tagline TVRI sebagai media pemersatu bangsa.

“Tentu forum ini menjadi masukan yang dapat ditindaklanjuti oleh manajemen TVRI Aceh dalam menyikapi fenomena maraknya konten negatif di media sosial seperti TikTok. Saat ini ada fenomena ‘teumenak’ di media sosial yang juga sempat dibahas bersama Sekda Aceh. Ini menjadi tantangan dan tanggung jawab kita bersama untuk mengonter konten negatif tersebut dengan menghadirkan siaran yang berkualitas,” ujarnya.

Masukan juga disampaikan dari unsur LSM lingkungan oleh TM. Zulfikar. Ia menilai media memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat terkait ancaman kerusakan lingkungan dan potensi bencana alam.

“Kami sejak dulu telah bekerja sama dengan TVRI dan sering menjadi narasumber membahas ancaman kerusakan lingkungan, termasuk banjir dan longsor akibat kerusakan alam. Meski berbagai bencana sudah terjadi, ini tetap menjadi tugas bersama untuk mengingatkan pemangku kepentingan dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Dari kalangan akademisi, dosen Universitas Syiah Kuala, Rahmat Saleh, menyoroti pentingnya peran TVRI sebagai media edukasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa.

“Kita melihat saat ini banyak generasi muda yang mulai kurang tertarik menjadi jurnalis karena menganggap pekerjaan jurnalistik bisa dilakukan siapa saja. Padahal anggapan itu keliru. Ini menjadi tugas bersama untuk memberikan pemahaman dan pendidikan kepada generasi muda, dan kami berharap TVRI mampu menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, peserta juga menyepakati sembilan poin kebijakan yang nantinya akan ditindaklanjuti dan diterapkan dalam standar pelayanan TVRI Stasiun Aceh guna meningkatkan kualitas layanan dan siaran agar semakin baik serta diterima masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....