BMKG: Aceh Diguncang 60 Gempa dalam Sepekan, Enam Kali Dirasakan Warga

  • 26 Jul 2026 14:43 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar mencatat sebanyak 60 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Aceh dan sekitarnya selama periode 17 hingga 23 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, enam gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, dalam laporannya yang diterima RRI, Minggu 26 Juli 2026 menyebutkan aktivitas kegempaan selama sepekan didominasi gempa dangkal dengan pusat aktivitas berada di kawasan Kabupaten Gayo Lues dan sekitarnya.

Berdasarkan klasifikasi magnitudo, BMKG mencatat 48 kejadian berkekuatan di bawah magnitudo 3,0, 11 kejadian bermagnitudo 3,0 hingga kurang dari 5,0, serta satu kejadian bermagnitudo lebih dari 5,0. Gempa terbesar terjadi pada 22 Juli 2026 dengan magnitudo 5,5 yang berpusat sekitar 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut dirasakan di Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa hingga sebagian wilayah Sumatera Utara.

Infografis jumlah gempa bumi yang terjadi di Aceh dalam sepekan terakhir (Foto: BMKG)

Dari sisi kedalaman, sebanyak 58 kejadian merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer, sementara dua kejadian tergolong gempa berkedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer. Tidak terdapat gempa berkedalaman lebih dari 300 kilometer selama periode tersebut.

Data BMKG juga menunjukkan aktivitas gempa harian tertinggi terjadi pada 22 Juli 2026 dengan 26 kejadian. Sementara pada 17 Juli tercatat enam kejadian, 18 Juli delapan kejadian, 19 Juli delapan kejadian, 20 Juli tiga kejadian, 21 Juli tiga kejadian, dan 23 Juli enam kejadian.

Menurut Andi Azhar Rusdin, tingginya aktivitas gempa pada pekan tersebut dipengaruhi oleh rangkaian aktivitas seismik di wilayah Gayo Lues, termasuk gempa utama dan gempa susulan yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Besar Sumatra Segmen Oreng.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti informasi resmi BMKG. Masyarakat juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi dengan memahami langkah mitigasi dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman dari risiko kerusakan akibat gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....