Dinsos Aceh Besar Pastikan Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

  • 30 Jun 2026 17:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan Program Sekolah Rakyat menyasar keluarga yang benar-benar membutuhkan melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat. Selain memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga miskin, program tersebut juga dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh Besar, Nuraida, mengatakan penetapan calon peserta didik Sekolah Rakyat tidak hanya mengacu pada data sosial, tetapi juga melalui asesmen lapangan yang dilakukan langsung oleh pendamping sosial. Hal itu disampaikannya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jumat 19 Juni 2026.

"Untuk memastikan program ini tepat sasaran, dilakukan proses verifikasi, validasi, dan asesmen secara langsung kepada keluarga calon peserta didik oleh pendamping sosial," kata Nuraida.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui Program Penguatan Sosial Ekonomi (PPSE). Program tersebut bertujuan mendorong kemandirian ekonomi keluarga sehingga manfaat Sekolah Rakyat dapat dirasakan secara berkelanjutan.

"Anak-anak mendapatkan pendidikan, keterampilan, dan pembinaan karakter, sementara keluarganya juga diberdayakan melalui program penguatan ekonomi. Dengan demikian, tujuan memutus mata rantai kemiskinan dapat tercapai," ujarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh Besar, Nuraida Foto: RRI)

Nuraida menjelaskan, peserta didik Sekolah Rakyat memperoleh pembelajaran formal pada siang hari, kemudian mengikuti pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan keterampilan melalui berbagai kegiatan di asrama pada malam hari.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah 1 Darussadah Aceh Besar, Ilza Satriadi, menjelaskan sekolah menerapkan tiga kurikulum yang saling melengkapi. Kurikulum pertama adalah kurikulum persiapan yang telah dilaksanakan selama dua bulan sejak Sekolah Rakyat diluncurkan.

Kurikulum tersebut difokuskan untuk memperkuat karakter, kemampuan literasi, numerasi, serta kesiapan belajar peserta didik, khususnya bagi anak-anak yang sebelumnya sempat putus sekolah. Selanjutnya, Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum nasional atau Kurikulum Merdeka sebagaimana diterapkan di sekolah reguler. Dengan demikian, lulusan Sekolah Rakyat memiliki standar akademik yang sama dengan peserta didik di sekolah umum.

Selain itu, sekolah juga mengembangkan kurikulum berasrama (boarding curriculum) yang menjadi ciri khas Sekolah Rakyat. Melalui kurikulum tersebut, peserta didik memperoleh penilaian khusus terkait kehidupan di asrama, mulai dari kedisiplinan, pembentukan karakter, hingga kemandirian.

Ilza mengatakan pembinaan di asrama didukung oleh empat wali asrama yang terdiri atas dua pembina putra dan dua pembina putri, serta 14 wali asuh yang bertugas mendampingi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. "Mereka bukan hanya mendampingi proses belajar, tetapi juga membina kesehatan, karakter, kedisiplinan, dan perkembangan peserta didik selama berada di lingkungan asrama," ujarnya.

Melalui sistem pendidikan terpadu yang menggabungkan kurikulum nasional, pembinaan karakter, serta pemberdayaan ekonomi keluarga, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang berprestasi sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka kemiskinan di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....