Generasi Aceh Kian Marak dengan Budaya Menghujat di Media Sosial
- 24 Jun 2026 02:59 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Ketua Komisi C Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Tgk. H. Umar Rafsanjani, Lc., M.A., menilai maraknya penyebaran informasi tanpa verifikasi serta budaya saling menghujat di media sosial menjadi salah satu persoalan terbesar yang dihadapi masyarakat Aceh saat ini.
Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh Pro 4, Rabu 17 Juni 2026, Umar Rafsanjani mengatakan banyak masyarakat yang masih mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan tabayun atau verifikasi terlebih dahulu. Akibatnya, berbagai informasi yang belum tentu benar kerap dibagikan kembali kepada orang lain dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Sering kali informasi langsung ditelan mentah-mentah, kemudian dibagikan tanpa memastikan kebenarannya. Padahal dalam Islam diajarkan untuk melakukan tabayun atau memeriksa terlebih dahulu sebelum mempercayai dan menyebarkan suatu berita," ujarnya.
Selain persoalan hoaks, MPU Banda Aceh juga menyoroti semakin kuatnya budaya saling menghujat di ruang digital. Menurut Umar, media sosial yang seharusnya menjadi sarana berbagi informasi dan pengetahuan justru sering digunakan untuk menyerang, mencela, atau mempermalukan pihak lain, terutama ketika muncul isu-isu yang sedang menjadi perhatian publik.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut tidak hanya terjadi dalam persoalan sosial dan politik, tetapi juga kerap muncul dalam pembahasan isu-isu keagamaan. Banyak pengguna media sosial yang ikut memberikan komentar bernada hujatan tanpa memahami persoalan secara utuh, sehingga memperkeruh suasana dan memicu perpecahan.
Umar menegaskan bahwa tradisi keilmuan Islam sejak masa Rasulullah SAW, para sahabat, hingga ulama salaf selalu mengedepankan proses klarifikasi dan pembelajaran secara mendalam sebelum menerima suatu informasi. Karena itu, sikap tergesa-gesa dalam mempercayai dan menyebarkan berita dinilai bertentangan dengan prinsip kehati-hatian yang diajarkan dalam Islam.
Menurutnya, rendahnya budaya verifikasi dan maraknya perilaku menghujat di media sosial menjadi ancaman serius bagi generasi muda Aceh. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital dengan mengedepankan etika, memperkuat literasi informasi, serta membiasakan diri melakukan tabayun sebelum mempercayai maupun menyebarkan suatu informasi kepada publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....