Perdamaian Aceh Harus Diperjuangkan Generasi Muda
- 22 Jun 2026 17:56 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ketua Yayasan Rumah Lentera Habibi Athaya Rumaisha, S.H. menegaskan perdamaian Aceh merupakan tanggung jawab bersama. Bukan sekadar warisan sejarah yang ditinggalkan para pihak.
Hal itu disampaikan dalam Dialog Disabilitas dan Inklusi RRI Banda Aceh Minggu, 21 Juni 2026. Ia menjelaskan Aceh memiliki sejarah panjang konflik. Konflik terjadi antara Aceh dan Indonesia, termasuk masa DI/TII.
Konflik tersebut berlangsung lebih dari 30 tahun di daerah itu. Kondisi tersebut berakhir melalui kesepakatan damai MoU Helsinki tahun 2005.
Menurutnya, perdamaian tidak boleh hanya diterima sebagai warisan. Generasi muda harus terus menjaga dan memperjuangkannya. Ia menyebut perdamaian dapat dijaga melalui interaksi sosial sehari-hari. Sikap saling menghargai menjadi kunci utama.
Athaya menilai masyarakat Aceh saat ini telah merasakan kondisi aman. Anak-anak dapat bersekolah dan masyarakat beraktivitas dengan bebas.
Namun ia menegaskan perdamaian tidak hanya soal tanpa senjata. Keadilan sosial masih menjadi tantangan penting.Ia menyoroti akses pendidikan yang harus merata di semua wilayah. Termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Ia menambahkan perempuan memiliki perspektif lebih inklusif. Hal itu penting dalam menjaga keberlanjutan perdamaian di Aceh.
Athaya juga menekankan peran perempuan dalam menjaga perdamaian. Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat. “Perempuan adalah pihak pertama yang menanamkan nilai kehidupan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....