Pengangguran Sarjana Meningkat di Aceh
- 12 Jun 2026 22:59 WIB
- Banda Aceh
Poin Utama
- TPT lulusan S1 ke atas di Aceh naik dari 10,07% menjadi 14,80% pada November 2025
- Meski TPT lulusan sarjana meningkat, jumlah penduduk bekerja di Aceh justru bertambah sekitar 4 ribu orang dan TPT secara keseluruhan turun 0,04 persen poin.
- BPS Aceh menilai terjadi mismatch antara kompetensi dan ekspektasi lulusan dengan struktur lapangan kerja yang tersedia.
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Ratusan sarjana baru kembali diwisuda. Namun di balik kegembiraan itu, data menunjukkan tantangan yang belum terselesaikan: tingkat pengangguran terbuka di kalangan lulusan perguruan tinggi di Aceh justru meningkat.
Isu itu mengemuka saat Rektor Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Prof. Lili Kasmini, mengingatkan 698 lulusan yang diwisuda agar siap menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.
"Jadilah generasi yang tangguh yang mampu membawa perubahan. Jangan menjadi beban bagi negara," kata Lili dalam Wisuda ke-V UBBG di Banda Aceh, Kamis, 11 Juni 2026.
Peringatan Lili bukan tanpa dasar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan sarjana (S1) ke atas mencapai 14,80 persen pada November 2025 — naik signifikan dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 10,07 persen.

Akan tetapi, peningkatan TPT lulusan sarjana ini tidak mencerminkan kondisi ketenagakerjaan secara umum yang sebenarnya membaik. Jumlah penduduk bekerja di Aceh bertambah sekitar 4 ribu orang, dan TPT keseluruhan turun 0,04 persen poin pada periode yang sama (November 2025).
Lalu mengapa justru lulusan perguruan tinggi yang meningkat?
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan ada ketidakcocokan (mismatch) antara jenis peluang kerja yang tersedia dengan karakteristik dan ekspektasi para pencari kerja di Aceh saat ini. "Yang terjadi bukan semata-mata lapangan kerja berkurang, tetapi ada ketidakcocokan antara kebutuhan pasar kerja dengan karakteristik tenaga kerja yang tersedia," ujar Agus kepada RRI melalui pesan singkat, Jumat, 12 Juni 2026.
| Baca juga: Volume Sampah Banda Aceh Terus Meningkat |
Struktur lapangan kerja di Aceh, kata Agus, masih didominasi sektor-sektor yang tidak banyak menyerap lulusan perguruan tinggi. Pada November 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap 38,75 persen tenaga kerja, disusul perdagangan sebesar 14,57 persen. Sebaliknya, TPT pada kelompok pendidikan SMP dan SMA umum justru turun pada periode yang sama (November 2025) — kelompok yang justru lebih mudah terserap di sektor dominan tersebut.
"Sektor pertanian di Aceh masih banyak dikelola secara konvensional sehingga masih membutuhkan tenaga kerja produktif dalam jumlah besar, seiring proses modernisasi yang terus berlangsung," kata Agus.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan utama ketenagakerjaan di Aceh bukan hanya soal menciptakan lapangan kerja baru, tetapi mempertemukan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia kerja — sebuah pekerjaan rumah yang tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi kampus maupun pemerintah, melainkan keduanya sekaligus. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....