Kasus HIV Banda Aceh Capai 918 Orang
- 18 Jul 2026 10:18 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengungkapkan, hingga Juni 2026 tercatat 918 kasus HIV secara kumulatif sejak pertama kali ditemukan pada 2008. Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Banda Aceh, Drg. Supriady, R., M.Kes, dalam dialog Banda Aceh Menyapa RRI Banda Aceh, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Supriady, sepanjang Januari–Juni 2026 ditemukan 43 kasus baru. "Per Juni 2026 itu datanya 918 yang tercatat. Dari Januari sampai Juni tahun 2026 ada 43 kasus. Angka 918 ini adalah kumulatif sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2008," ujarnya.
Ia menjelaskan, tren penemuan kasus mulai meningkat sejak 2021. Pada 2020 tercatat 37 kasus, kemudian meningkat menjadi 89 kasus pada 2021, 103 kasus pada 2022, 119 kasus pada 2023, dan mencapai puncaknya 148 kasus pada 2024. Seluruh data dihimpun melalui Sistem Informasi HIV/AIDS Nasional dari puskesmas, klinik, serta rumah sakit pemerintah dan swasta di Banda Aceh.
Meski demikian, dibandingkan 2024, penemuan kasus pada 2025 mengalami penurunan. "Untuk HIV ini bukan tren peningkatan, tetapi penambahan kasus setiap tahun, karena HIV tidak bisa disembuhkan sehingga kasus tetap tercatat, kecuali ada pembaruan data seperti pasien yang meninggal," tambahnya.
Lanjutnya, Dinkes mencatat mayoritas penderita berada pada rentang usia 21–30 tahun dengan sekitar 393 kasus, disusul kelompok usia 31–40 tahun. Menurutnya kondisi tersebut menjadi dasar penguatan edukasi, skrining, dan pengobatan agar penularan dapat ditekan serta masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan HIV.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan HIV melalui edukasi, deteksi dini, dan menghindari perilaku berisiko. Upaya kolaboratif dinilai menjadi langkah utama untuk menekan penambahan kasus di masa mendatang,” tutup Supriady.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....