Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Banda Aceh Jadi Tantangan Serius
- 30 Mei 2026 00:42 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Permasalahan limbah domestik rumah tangga di Kota Banda Aceh dinilai semakin serius seiring meningkatnya jumlah penduduk dan perubahan gaya hidup masyarakat. Hal itu disampaikan Sekretaris Pusat Studi Lingkungan Hidup UIN Ar-Raniry, Syarifah Seicha Fathma dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurutnya, limbah domestik terdiri dari limbah cair dan limbah padat. Namun dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat lebih akrab dengan limbah padat atau sampah rumah tangga yang berasal dari aktivitas konsumsi masyarakat.
| Baca juga: Volume Sampah Banda Aceh Terus Meningkat |
“Kalau kita membahas limbah sebenarnya ada limbah cair dan limbah padat. Tapi yang paling sering kita jumpai itu limbah padat atau sampah rumah tangga,” kata Syarifah Seicha Fathma.
Ia menjelaskan, persoalan sampah di Indonesia mulai menjadi perhatian serius sejak tragedi longsor sampah Leuwigajah pada 2008. Peristiwa itu kemudian mendorong lahirnya aturan tentang pengelolaan sampah nasional serta peringatan Hari Peduli Sampah Nasional setiap 21 Februari.
Syarifah mengatakan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa saat ini juga sudah mengalami overload. Tingginya volume sampah disebut dipicu oleh pertumbuhan penduduk dan meningkatnya pola konsumsi masyarakat, termasuk kebiasaan membeli makanan secara daring.
“Lifestyle masyarakat sekarang berbeda dengan dulu. Sekarang banyak yang membeli makanan lewat aplikasi online dan itu menghasilkan lebih banyak sampah plastik sekali pakai,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu persoalan utama pengelolaan sampah di Banda Aceh adalah belum maksimalnya pemilahan sampah dari sumber rumah tangga. Akibatnya seluruh jenis sampah bercampur dan dibuang ke TPA sehingga mempercepat penumpukan.
Menurutnya, saat ini TPA Gampong Jawa hanya berfungsi sebagai transfer station sebelum sampah dibawa ke TPA Regional Blang Bintang. Karena itu, ia mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana untuk mengurangi beban lingkungan dan menjaga kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....