jelang Idul Adha, Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Aceh tengah

  • 19 Mei 2026 16:31 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar oleh Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah
  • Gerakan Pangan Murah dapat meringankan kebutuhan masyarakat menghadapi Hari Raya Idul Adha
  • Pada program GPM ini, kebutuhan pokok seharga Rp173.000 per paket

RRI.CO.ID, Aceh Tengah – Ratusan warga menyerbu kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah di Kampung Takengon Timur, Kecamatan Lut Tawar, Senin, 19 Mei 2026. Program pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi ini menjadi angin segar bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang hadir langsung meninjau lokasi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, terutama di tengah tren kenaikan harga pangan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

"Harapan kita dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat menghadapi Hari Raya Idul Adha yang sudah sangat dekat," ujar Muchsin Hasan dalam arahannya di lokasi kegiatan.

Paket Sembako Lebih Murah Rp43 Ribu dari Harga Pasar

Dalam komoditas yang disediakan pada program GPM ini, masyarakat dapat menebus paket kebutuhan pokok seharga Rp173.000 per paket. Harga tersebut diklaim jauh lebih ekonomis atau menghemat sekitar Rp43.000 jika dibandingkan dengan harga normal di pasar konvensional.

Secara keseluruhan, Dinas Pangan Aceh Tengah menggelontorkan komoditas bersubsidi yang meliputi:

1.000 kilogram beras

200 kilogram gula pasir

370 liter minyak goreng

100 papan telur ayam

Kepala Dinas Pangan Aceh Tengah, Rizky Mahtuah Munthe, menambahkan bahwa esensi dari GPM ini tidak sekadar menjaga pasokan pangan, melainkan memiliki target jangka panjang yang lebih krusial bagi daerah.

“Kegiatan ini selain menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah masyarakat, juga menjadi alat pengendalian inflasi, menekan angka kemiskinan ekstrem, serta mendukung program penurunan angka stunting di Aceh Tengah,” kata Rizky.

Rizky mengaku, meski saat ini pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran, pihaknya tetap berkomitmen mengawal program yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat kecil. Ke depan, Dinas Pangan Aceh Tengah juga akan terus mendorong dukungan anggaran dari pemerintah provinsi agar program pangan murah ini bisa digelar secara berkelanjutan.

Distribusi Daging Kurban Harus Tepat Sasaran untuk Cegah Stunting

Selain fokus pada komoditas pangan murah, Wakil Bupati Muchsin Hasan memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan aparatur kampung terkait teknis penyaluran daging kurban menjelang Idul Adha. Ia meminta agar distribusi daging kurban diprioritaskan untuk warga miskin, ibu hamil, dan anak-anak guna mendukung pemenuhan gizi seimbang.

“Kami mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk ikut berkurban. Kepada reje (kepala) kampung, kami berharap pembagian daging kurban diprioritaskan kepada masyarakat yang berhak, termasuk ibu hamil dan anak-anak untuk mendukung pencegahan stunting,” imbau Muchsin.

Sebagai informasi, Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya dipusatkan di Kampung Takengon Timur saja, melainkan juga dilaksanakan secara serentak di lima titik lainnya di wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Suksesnya acara ini turut didukung oleh kehadiran Kepala Bulog Aceh Tengah serta jajaran unsur Forkopimcam Kecamatan Lut Tawar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....